Kediri (beritajatim.com) – Kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Dandim Cup U-12 resmi dibuka di Lapangan Bence, Kota Kediri, Sabtu (18/4/2026) pagi. Turnamen ini diikuti 28 tim dari berbagai daerah sebagai ajang pencarian bibit unggul pesepak bola muda.
Pembukaan dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Askot PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo, mantan pelatih Persik Kediri Alfiat, serta legenda sepak bola nasional Budi Sudarsono.
Dandim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan, penyelenggaraan Dandim Cup U-12 menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet usia dini sekaligus menjaring talenta sepak bola potensial.
“Dalam event dandim cup U12 yang diselenggarakan oleh Askot PSSI Kota Kediri. Saya selaku komandan Kodim seperti biasanya menyelenggarakan kegiatan ini guna untuk mencari bibit-bibit unggul. Pemain sepak bola yang masih di bawah umur untuk menjadi pemain sepak bola yang diunggulkan nantinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetisi ini akan terus dikembangkan sebagai agenda rutin tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Ya, insyaallah. Ini akan menjadi agenda tahunan dan ke depan bisa lebih banyak lagi untuk peminatnya. Saat ini ada 28 tim sepak bola yang ikut dalam event ini,” lanjutnya.
Selain pembinaan prestasi, kegiatan ini juga bertujuan mengarahkan anak-anak pada aktivitas positif di luar ruangan. “Harapannya untuk anak-anak agar mereka bisa menjadi pemain yang berkualitas dan menjadi generasi emas nantinya di 2045 dan pada saat ini kita menjaga untuk mereka tidak hanya bermain gadget saja,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo menjelaskan bahwa sistem pertandingan menggunakan format grup.
“Untuk dandim Cup tahun ini yang diselenggarakan oleh Kodim 0809 diikuti oleh 28 tim. Kita sistem jadi per grup nanti diwakili oleh pemenang juara grup sama runner up untuk naik ke babak berikutnya. Nanti dibagi grup lagi masing-masing juara grup nanti langsung masuk semifinal,” jelasnya.

Turnamen ini digelar selama tiga hari. “Kejuaraan ini dilaksanakan tiga hari mulai kemarin sampai besok,” imbuhnya.
Tomi juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta, termasuk keikutsertaan pemain perempuan yang selama ini minim kompetisi.
“Ya, ini saya terima kasih sama Pak Dandim. Hari ini banyak diikuti oleh pemain-pemain dari Kota Kediri khususnya yang tadi ada pemain cewek juga dari kita. Yang selama ini tidak pernah ada event, jadi kesulitan event akhirnya sampai ikut ke Liga Dandim hari ini alhamdulillah dia juga ikut,” katanya.
Selain dari Kota Kediri, sejumlah tim dari luar daerah seperti Jombang, Bojonegoro, dan Sidoarjo juga turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Menurut Tomi, turnamen semacam ini akan terus digelar secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang.
“Ya sebenarnya kita memang menargetkan banyak event seperti ini untuk menjaring dan memberikan ruang untuk anak-anak pemain. Jadi ini rutin akan kita selarahkan,” pungkasnya. [nm/ted]






