Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 3.150 buruh pabrik rokok dan buruh tani di Sumenep menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Penerima BLT tersebut terdiri dari 2.255 buruh pabrik rokok di 54 pabrik, serta 895 buruh tani tembakau di 25 desa. Masing-masing menerima BLT sebesar Rp 900.000 per orang.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para buruh di tengah tantangan ekonomi,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Mustangin, Selasa (29/10/2024).
Menurutnya, penyaluran BLT tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergelut di sektor industri tembakau.
Melalui program ini, Pemkab Sumenep berharap tidak hanya kesejahteraan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau yang meningkat, namun juga mendorong peningkatan penerimaan negara melalui cukai rokok yang legal.
“Ini merupakan wujud nyata sekaligus komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan para pekerja sektor tembakau,” ujarnya.
Penyerahan BLT secara simbolis telah dilakukan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di Pabrik Rokok Tanjung Odi.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengajak masyarakat untuk terus mendukung program DBHCHT dengan membeli rokok legal yang memiliki pita cukai.
“Tarif cukai yang dikenakan terhadap rokok dan hasil tembakau lainnya tidak hanya masuk ke kas negara, tetapi juga didistribusikan kembali ke daerah penghasil cukai seperti Sumenep, melalui mekanisme DBHCHT,” terangnya.
Dadang menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021, alokasi DBHCHT terbagi ke dalam beberapa bidang, yaitu 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 10 persen untuk penegakan hukum, dan 40 persen untuk bidang kesehatan.
“Penggunaan DBHCHT ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor kesehatan dan kesejahteraan,” pungkasnya. [tem/aje]






