Tulungagung (beritajatim.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waung 2 di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, secara resmi mengumumkan penghentian operasional sementara mulai hari ini, Jumat (5/12/2025). Keputusan berat ini diambil pengelola setelah dana operasional yang diterima dari Badan Gizi Nasional (BGN) dinyatakan tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan distribusi makanan hingga akhir pekan.
Unit layanan yang dikelola oleh Yayasan Sugih Slamet Indonesia ini memastikan tidak ada aktivitas penyaluran gizi pada hari Jumat dan Sabtu besok. Pengelola menargetkan layanan dapat kembali normal pada pekan depan, bergantung pada realisasi pencairan dana susulan.
Kepala SPPG Waung 2, Della Ananda Setyarini, menjelaskan mekanisme pendanaan yang berjalan selama ini berbasis pengajuan proposal rutin. Setiap dua minggu sekali, pihak SPPG mengirimkan proposal permohonan dana kepada BGN. Dana operasional baru akan ditransfer setelah proposal tersebut disetujui oleh pusat.
“Polanya seperti itu jadi kami mengajukan terlebih dahulu anggaran untuk operasional SPPG selama dua minggu ke BGN, setelah itu BGN akan mentransfer uang tersebut,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Namun, kendala teknis terjadi pada pencairan pekan ini. Besaran nominal yang ditransfer oleh BGN ternyata meleset dari estimasi kebutuhan operasional penuh selama dua minggu. Berdasarkan audit internal, dana yang tersedia hanya mampu menopang produksi makanan hingga hari Kamis (4/12/2025) kemarin.
Kondisi defisit anggaran ini memaksa manajemen mengambil langkah taktis demi menjaga stabilitas keuangan yayasan, yakni dengan meliburkan operasional selama dua hari terakhir di minggu ini.
“Setelah dihitung akuntan, dananya hanya cukup sampai Hari Kamis. Jumat dan Sabtu diputuskan berhenti,” tutur Della.
Dampak dari penghentian sementara ini cukup signifikan. Tercatat, SPPG Waung 2 melayani sebanyak 3.571 penerima manfaat yang tersebar di 14 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga MA di wilayah tersebut. Ribuan siswa ini dipastikan tidak menerima jatah makan bergizi selama masa penghentian operasional.
Sebagai langkah antisipasi untuk minggu depan, pihak pengelola SPPG Waung 2 telah bergerak cepat dengan mengajukan proposal pendanaan baru untuk durasi dua minggu ke depan. Della sangat berharap proses administrasi di tingkat pusat dapat dipercepat agar dana operasional bisa masuk ke rekening sebelum hari operasional dimulai.
“Harapannya sebelum Senin sudah cair, sehingga Senin itu sudah normal kembali,” pungkasnya. [nm/beq]







1 Komentar
mudah² tidak di korupsi aamiin