Surabaya (beritajatim.com) – Tidak sedikit pasangan suami istri yang memiliki komitmen untuk menunda punya anak. Hal seperti ini memiliki beberapa sebab yang hanya diketahui oleh pasangan tersebut. Adapun biasanya menunda kehamilan disebabkan karena beberapa faktor, seperti belum memiliki ekonomi yang mapan, psikologis yang belum siap, serta tuntutan lingkungan.
Namun, terlalu lama menunda kehamilan berisiko menghadirkan risiko seperti di bawah ini:
Meningkatnya risiko kehamilan ektopik
Berjalanannya waktu usia juga akan terus bertambah, Selama menunda kehamilan resiko kehamilan ektopik meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini disebabkan karena sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang didalam rahim akan tetapi berada di tuba falopi.
Adanya kemungkinan kelainan genetik
Menunda kehamilan hingga usia sampai 35 tahun keatas juga kemungkinan besar dapat menyebabkan seseorang sulit mempunyai anak karena kemungkinan besar ada kelainan genetik pada calon bayi. Kenapa bisa? hal ini disebabkan karena ada peluang terjadinya kesalahan pembelahan kromosom yang akan meningkat seiring bertambah nya usia.
Resiko janine mati dalam kandungan
Hal seperti ini tidak semua dialami oleh wanita yang sedang menunda kehamilan, bahkan beresiko tinggi mengalami kematian Janin dalam kandungannya. Tetapi menunda kehamilan hingga usia 35 tahun bahkan lebih dapat meningkatkan resiko faktor-faktor yang memicunya. Faktor yang dimaksud adalah intrauterine Growth restriction (IUGR) dan persalinan prematur. Jika memilih hamil diatas 35 tahun ditambah dengan kedua resiko ini maka harus waspada dan berhati- hati karena kehamilannya tergolong beresiko tinggi.
Ibu hamil beresiko mengalami komplikasi
Jika terus menerus dibiarkan untuk menunda kehamilan, maka semakin lama bertambah pula peluang terjadinya Obesitas,Hipertensi, Diabetes, Gestasional serta komplikasi lain yang dapat membuat Anda lebih sulit untuk mempunyai anak. Komplikasi pada kehamilan pun juga tidak hanya berbahaya bagi kesehatan Janin akan tetapi dapat berdampak pada ibu. Agar menurunkan resiko komplikasi sebaiknya usahakan kehamilan pada usia produktif dan menjalani gaya hidup sehat.
Waktu yang terbaik dan tepat untuk hamil ialah pada usia produktif yaitu sebelum 35 tahun. pada usia dibawah 35 tahun tingkat kesuburan masih dinilai baik, tubuh masih cukup fit, berpulang munculnya penyakit tidak begitu besar, dan kehamilan bisa berlangsung baik dengan resiko minimal. Jika diusia tersebut memiliki keluhan pada program hamil Yang tidak kunjung datang maka konsultasikan masalah ini pada medis agar ditemukan solusi cepat, tepat dan sehat untuk kebaikan bersama. (ptr/tur)






