Surabaya (beritajatim.com) – Tiger parenting merupakan salah satu jenis pola asuh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini cenderung pada pemilihan cara mengasuh yang cukup keras, ketat, atau bahkan otoriter.
Meski terkesan terlalu keras, tapi sebenarnya cara seperti ini masih banyak diterapkan oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Terlebih karena setiap individu mempunyai cara pandangnya yang memang berbeda-beda perihal cara mengasuh anak.
Selain latar belakang, pemahaman orang tua mengenai parenting juga mungkin menjadi salah salah satu faktor yang mempengaruhi. Terlepas benar atau salah sistem tiger parenting, tentu saja semuanya ada dampak negatif dan juga positifnya bagi anak.
Dampak negatif
Ada beragam dampak negatif yang dapat terjadi ketika orang tua menerapkan cara tiger parenting. Anak bisa menjadi tidak percaya diri pada kemampuannya sendiri, merasa selalu kurang maksimal, hingga sulit menerima kegagalan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”game”]
Hal ini juga membuat sang anak cenderung mencari perhatian hingga afirmasi kepada orang lain untuk merasa bahagia. Ini tidak lepas dari orang tua yang dianggapnya hanya menuntut kesempurnaan tanpa bisa menjadi support system seperti yang diharapkan.
Dampak positif
Segala hal pada dasarnya memiliki dampak baik dan buruk, termasuk juga tiger parenting. Terlepas dari itu semua, cara pola suh seperti ini bisa membuat anak menjadi lebih giat dalam belajar, disiplin, dan lebih bertanggungjawab pada apa yang telah dilakukannya. Selain itu, memungkinkan untuk para anak menjadi lebih mudah untuk sukses. (Fyi/ian)






