Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan hingga kini belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat ke daerah terkait situasi geopolitik di Timur Tengah dan pascapertemuan diskusi strategis Presiden Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh nasional di Istana Merdeka, yang diselenggarakan pada Kamis malam (3/3/2026) kemarin.
Meski belum ada instruksi formal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap waspada. Eri menegaskan bahwa setiap kepala daerah anggota APEKSI telah menyiapkan langkah antisipasi mandiri guna menghadapi ketidakpastian kondisi politik luar negeri saat ini.
“Belum ada resmi yang dikeluarkan oleh kementerian ataupun pusat kepada seluruh daerah yang ada di Indonesia,” ujar Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (4/3/2026).
Menurut Eri, fokus utama para kepala daerah saat ini adalah menekan peluang inflasi dan mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mungkin terdampak konflik global tersebut.
ia mengungkapkan bahwa setiap wilayah, termasuk Surabaya, terus memperkuat peran strategisnya agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman krisis energi.
“Tapi dari pertemuan (strategis presiden) tadi, dan melihat dari kondisi politik luar negeri yang seperti ini. Maka yang kita lakukan sebagai kepala daerah adalah menjaga kemungkinan inflasi yang ada di kota kita masing-masing atau daerah kita masing-masing akibat dari kemungkinan kenaikan dari bahan bakar, terutama minyak,” jelasnya.
Selain fokus pada stabilitas ekonomi, Wali Kota Surabaya itu juga menaruh perhatian besar pada keselamatan warga dengan mengimbau masyarakat untuk sementara menunda perjalanan ke luar negeri.
Hal ini dilakukan demi faktor keamanan, meski pihak Kementerian Luar Negeri telah menjamin bahwa pendataan dan perlindungan WNI di luar negeri berjalan secara terstruktur.
”Jadi kalau masyarakat Surabaya saya cuma menyampaikan, dalam hal ini mungkin perjalanan ke luar negeri bisa direncanakan kembali. Karena dengan melihat kondisi seperti ini, juga terkait dengan keamanan, keselamatan, mungkin bisa ditunda waktunya,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Eri berharap antisipasi strategis yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah ini mampu mencegah lonjakan inflasi yang tidak terkendali, seandainya harga minyak dunia tiba-tiba melonjak.
“(Harapannya) jangan sampai, Naudzubillah Min Dzalik moro-moro minyak ini naik, inflasinya jadi ikut gak karu-karuan. Ini yang kita lakukan antisipasi,” pungkasnya. (rma/ian)






