Pacitan (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan pada Jumat (6/2/2026) dini hari menyebabkan sedikitnya 15 rumah warga di lima kecamatan mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan melaporkan bahwa data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah seiring proses asesmen di lapangan.
Hingga pukul 13.50 WIB, tingkat kerusakan bangunan yang terdata bervariasi mulai dari skala ringan hingga sedang. “Datanya masih terus bergerak. Kami masih mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, Jumat (6/2/2026).
Sebaran kerusakan rumah warga mencakup wilayah strategis di Kecamatan Pacitan, Pringkuku, Kebonagung, Bandar, hingga Nawangan. Tim reaksi cepat di lapangan masih melakukan verifikasi mendalam untuk memastikan kondisi fisik dan stabilitas struktur bangunan yang terdampak guncangan.
Petugas mengidentifikasi kerusakan dominan terjadi pada bagian dinding yang retak serta atap rumah yang rontok akibat energi seismik yang kuat. “Kerusakan mulai dari skala ringan, sedang, dan kemungkinan juga ada yang berat. Kami masih melakukan pendataan di lapangan,” tambahnya.
BPBD Pacitan saat ini meningkatkan intensitas pemantauan serta koordinasi dengan aparat wilayah untuk menjamin keamanan warga pascagempa. Langkah strategis ini bertujuan memastikan tidak ada ancaman dampak lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat di titik-titik rawan.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pengecekan mandiri terhadap integritas struktur bangunan tempat tinggal masing-masing secara teliti. Jika ditemukan kerusakan signifikan, warga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau langsung menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pacitan.
Pelaporan yang cepat dan akurat menjadi basis data krusial bagi pemerintah daerah dalam menyusun skema penanganan darurat yang efektif. “Data ini sangat penting sebagai dasar untuk menentukan langkah-langkah penanganan berikutnya,” kata mantan Camat Tegalombo tersebut menekankan pentingnya validitas informasi.
Erwin juga mengingatkan warga agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar luas di media sosial. Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada pembaruan resmi dari instansi pemerintah guna menghindari kepanikan massal yang kontraproduktif dalam situasi darurat. [tri/beq]






