Blitar (beritajatim.com) – Gempa tektonik 6,2 Magnitudo mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (6/12/2022). Gempa yang terjadi pukul 13.07.48 WIB itu juga terasa hingga ke Blitar.
Getaran gempa bahkan sempat membuat beberapa warga kota Blitar kaget dan lari ke luar ruangan. Getaran gempa juga sempat membuat sejumlah benda, seperti gelas hingga lampu bergerak. “Tadi terasa getarannya, kaget juga karena lagi asyik ngetik di laptop tiba-tiba ada gempa. Saya langsung lari keluar,” kata Fani, pengunjung kafe, Selasa (6/12/2022).
Fani mengaku merasakan gempa sekitar 3 hingga 4 detik. Getaran gempa yang dirasakan oleh warga kota Blitar pun tidak sekuat yang terjadi di pusat gempa yakni Kabupaten Jember. Hal serupa juga diungkapkan oleh Nand. Ia juga merasakan getaran gempa yang berpusat di Kabupaten Jember tersebut.
Menurut Nanda getaran gempa terasa 3 detik an, meski begitu getaran tersebut sempat membuatnya keluar ruangan. “Iya tadi terasa gempa 3 detik an keluar ruangan juga tadi aku, lagi enak enak nongkrong, ada gempa,” kata Nanda.
Guncangan gempa juga dirasakan oleh oleh sejumlah perawat dan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo. Meski begitu getaran gempa tidak membuat panik para pasien yang sedang menjalani perawatan. Para perawat langsung menenangkan pasien yang saat itu tengah berada di dalam ruangan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”gempa-jember”]
Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa telah terjadi gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 di Koordinat 10.75 Lintang Selatan (LS), 113.42 Bujur Timur. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 223 Kilometer arah selatan Kota Jember Jawa Timur pada kedalam 10 kilometer. Getaran gempa tersebut terasa mulai dari Jember, Blitar Hingga Jogjakarta.
Menanggapi bencana gempa bumi yang berpusat di Jember tersebut BPBD Kabupaten Blitar langsung bergerak melakukan pengecekan dampak gempa di seluruh kecamatan. BPBD Kabupaten Blitar juga berkoordinasi dengan seluruh aparatur desa mengenai ada tidaknya bangunan yang rusak akibat guncangan gempa.
“Kita langsung koordinasi dan melakukan pendataan ke seluruh desa terkait dampak gempa yang berpusat di Jember. Hasilnya dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar tidak ada satu pun bangunan yang rusak akibat gempa. Getaran gempa hanya membuat sejumlah warga berhamburan keluar rumah karena takut ada bangunan yang roboh,” ungkap Ivong Bettryanto, Kepala BPBD Kabupaten Blitar.
Ivong memastikan bahwa seluruh wilayah di Kabupaten Blitar tidak terdampak gempa bumi yang berpusat di Jember. Bahkan daerah yang sebelumnya terjadi bencana tanah bergerak, seperti Kecamatan Binangun dan Panggungrejo juga aman dari dampak gempa.
BPBD Kabupaten Blitar pun mengimbau agar warga tetap waspada terkait potensi gempa bumi susulan. Meski begitu warga diminta untuk tenang dan tidak panik saat gempa melanda. Warga diimbau agar menjauh dari gedung tinggi dan menuju ke tanah lapang. [owi/suf]






