Malang (beritajatim.com) – Dampak pandemi covid-19 di Kabupaten Malang sejak bulan maret tahun 2020 lalu, mengakibatkan jumlah stok darah di PMI Kabupaten Malang menipis hingga nyaris Kekurangan stok darah.
Hal ini di ungkapkan Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto. Kata dia, berbeda dengan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Sebelum pandemi covid , stok daerah di PMI Kabupaten Malang cukup banyak, bahkan dirinya sempat khawatir jika stok darah yang cukup banyak namun permintaan darah minim.
“Makanya sebelum pandemi, kita atur stok darah di PMI. Artinya kita sesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan darah, ini sebelum pandemi covid-19,” beber Aprilijanto, Kamis (24/6/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PMI-Malang”]
Namun, lanjut Aprilijanto, kenyataan terbalik harus dihadapi PMI Kabupaten Malang karena stok darah yang dimiliki mulai menipis.
Ia menyebut, saat ini stok darah yang dimiliki secara keseluruhan sejumlah 295 ampul yang terdiri dari bermacam komponen dan golongan darah. Sedangkan kebutuhan darah setiap harinya, mencapai 40 ampul. “Menipisnya karena selama ini wilayah-wilayah yang rutin melakukan donor darah tidak berani mendonorkan darah dengan alasan pandemi Covid-19. Belum lagi sekolah-sekolah juga masih libur,” tegas Aprilijanto.
Solusi menipisnya stok darah di PMI tersebut, tambah Aprilijanto, dengan berbagai upaya, tujuannya agar stok darah tidak terjadi kekosongan. “Upayanya bermacam macam, mulai kita libatkan pendonor dari kalangan keluarga pendonor itu sendiri. Terbaru kita mendatangkan dari PMI Blitar dan Tulungagung, kita indent sekitar 100 ampul darah dari kedua daerah itu,” pungkas Aprilijanto. (yog/kun)






