Blitar (beritajatim.com) – Dalam dua tahun lagi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Blitar diprediksi overload. Hal itu tidak lepas atas tingginya jumlah sampah di Bumi Penataran yang mencapai 500 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Achmad Cholik mengatakan, saat ini di kabupaten Blitar ada tiga TPA meliputi dua TPA besar di Tegalsari Wlingi dan Kendalrejo Srengat. Selain itu ada satu TPA kecil di Pagerwojo Kesamben.
Meski memiliki 3 TPA namun nyatanya daya tampung seluruh tempat pembuangan akhir sampah itu hanya mencapai 200 ton per hari.
“Kami punya 3 TPA, pokoknya kalau semua seperti ini 2 atau 3 tahun lagi akan overload,” ucap Cholik saat ditanya mengenai kapasitas tampung TPA.
Cholik menjelaskan semakin hari volume sampah di Kabupaten Blitar terus meningkat sementara ketersediaan TPA hanya di tiga titik sehingga diperkirakan hanya mampu menampung sampah dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
BACA JUGA:
Ramai Larangan Battle Sound, Ternyata Rajanya Ada di Blitar
Terus meningkatnya jumlah produksi sampah tersebut membuat Pemkab Blitar pun kewalahan. Kondisi itu diperumit dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki DLH untuk pengadaan TPA juga terbatas.
“Memang itu kondisinya, tapi kami masih menunggu dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Cholik menambahkan rencana pembangunan TPA tersebut masih tergantung dari Pemprov Jawa Timur. Pasalnya Pemprov Jatim berencana akan membangun sebuah TPA regional untuk pengelolaan sampah wilayah kota dan kabupaten Blitar. Diharapkan adanya TPA regional ini bisa terealisasi agar bisa menambah daya tampung sampah di Blitar.
“Kita masih menunggu realisasi TPA dari pemerintah Jawa Timur yang berencana untuk membangun TPA regional untuk kota dan kabupaten Blitar TPA itu ada dua di Kaulon dan di Sanan kulon,” ungkapnya.
Hal itu pula lah yang membuat Pemerintah Kabupaten Blitar masih menunggu proses dan perencanaan pembangunan TPA yang sejatinya akan dibangun di kaulon Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Jika nantinya pemerintah Jawa Timur akan membangun TPA regional di Kaulon Kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar, maka Pemda Blitar tidak akan membangun satu TPA.
BACA JUGA:
Wabup Blitar 2 Kali Ancam Mundur, Kali Ini Benar Dilakukan?
Pemkab Blitar nantinya akan memanfaatkan TPA regional tersebut. Anggaran yang sudah tersusun pun akan dialihkan untuk keperluan dan pengadaan yang lain terkait penanganan sampah di Bumi Penataran.
“Maka dari itu kami masih menunggu ini kalau pemerintah jadi membangun TPA di kulon maka kami akan memanfaatkan TPA tersebut dan tidak jadi untuk membangun satu TPA,” tutupnya.
Selain soal pembahasan penanganan sampah dan ancaman overload dari 3 TPA yang dimiliki Kabupaten Blitar saat ini DLH tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kepedulian dan penanganan sekaligus pengelolaan sampah secara mandiri. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan sampah yang saat ini memang Tengah jadi problematika di wilayah Kabupaten Blitar. [owi/beq]






