Surabaya (beritajatim.com) – Lengkap sudah para bakal calon DPD RI menyelesaikan syarat pendaftaran sebagai calon senator dari Jatim pada Pemilu 2024 nanti.
Tak terkecuali aktivis perempuan, Lia Istifhama. Putri Alm KH Masykur Hasyim tersebut ditemani relawannya menyerahkan syarat minimal dukungan Calon DPD RI secara langsung kepada Ketua KPU Jatim, Choirul Anam.
“Fokus, tulus, tembus,” ujarnya saat ditanya wartawan tentang taglinenya maju sebagai calon senator mewakili Jawa Timur.
Secara lugas, Doktor UINSA tersebut menjelaskan makna ketiga kata tersebut. “Fokus, menunjukkan bahwa seseorang jika menempuh proses yang diyakininya positif, maka harus terap konsisten menempuh setiap tahapan tersebut. Jika kemudian dalam perjalanan, ditemuinya kerikil. Seperti, dipertemukan dengan seseorang yang memiliki niat buruk terhadap kita, maka itu kita nilai sebagai dinamika yang harus dihadapi dan harus tetap bertahan menjaga fokus,” tuturnya.
“Kemudian kata tulus, menunjukkan bahwa proses yang dilaluinya harus didasari niat tulus berbuat positif. Jika sebuah proses sebatas diukur materi, maka tentu berujung pada kesia-siaan, karena hasil terbaik dalam sebuah proses adalah ketulusan atau mensyukuri setiap yang dihadapi. Di sini sudah terasa sekali rasa bahagia,” imbuhnya.
Sedangkan, tembus adalah sebuah keoptimisan. Bahwa proses positif yang dijalani bersama orang-orang baik di sekitar, memberikan konsekuensi yang baik pula bagi orang lain.
“Saya kira konsistensi hal positif akan menjadi indikator utama untuk meraih rasa cinta dari masyarakat, sehingga dapat menembus empat besar dalam pemilihan DPD nanti,” terangnya.
Ditanya mengenai persiapan yang sudah dilakukannya, perempuan asal Surabaya ini menjelaskan bahwa proses running DPD sudah berjalan sejak 2021.
“Sudah setahun lebih teman-teman relawan sounding di berbagai sosial media. Kami juga menyiapkan link google drive, google form, dan contact center untuk pengiriman data dukungan, yaitu melalui pesan WhatsApp +62 812-1111-0090. Namun memang pada kenyataannya, banyak yang justru datang langsung ke rumah dengan membawa data dukungan, juga mengirimkan via pos karena mereka ingin memastikan bahwa dukungan tersebut riil,” jelasnya.
Ditanya jumlah dukungan yang diserahkan, keponakan Gubernur Khofifah tersebut menjelaskan sekitar 14 ribu.
“Semula data kami cek 17 ribu. Namun, ternyata setelah dicek ulang, ada penumpukan data di sipol, sehingga kami hapus yang ganda hingga jumlah validnya 12.180 yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Ini menunjukkan kecanggihan sistem SIPOL KPU. Namun kami tetap menyediakan sekitar 1000-an KTP lagi sebagai bentuk cadangan jika masih dibutuhkan dalam tahapan berikutnya,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kpu-jatim”]
Ditambahkan olehnya, bahwa semua dukungan yang diterimanya tidak dipungut biaya sama sekali.
“Alhamdulillah semua dukungan nol rupiah. Tidak satupun meminta embel-embel uang saat menyertakan dukungannya. Hal ini tentu menjadi pertanda baik bahwa banyak sekali masyarakat kita yang percaya bahwa proses politik memberikan benefit sosial. Dengan kata lain, politik tidak harus direlevansikan dengan money politics,” tegasnya.
Tak lupa, Ning Lia menjelaskan bahwa dirinya sengaja memilih tanggal 29 Desember disebabkan bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati.
“Kalau berbicara keanekaragaman hayati, maka kita termasuk berbicara tentang flora, yang dalam kesempatan ini, baju yang saya kenakan adalah produk pelaku UMKM dengan corak flora atau bunga. Jadi, seharusnya hari ini menjadi hari yang indah dengan suasana hati berbunga-bunga. Mari di penghujung tahun, kita semua bangun semangat bahagia dan semangat menjaga alam sekitar,” pungkasnya. (tok/ted)






