Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 12 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan mulai memasuki Kota Suci Makkah secara bertahap pada Kamis, 30 April 2026.
Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA 01) akan menjadi rombongan perdana yang tiba di Makkah, disusul oleh kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01) yang menempati wilayah Sektor 7 Misfalah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergeseran jemaah dari Madinah ini menandai dimulainya fase umrah wajib bagi jemaah gelombang pertama. Sebelum menuju pemondokan di Makkah, seluruh jemaah diwajibkan mengambil miqat dan berniat ihram di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali.
Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa jadwal pendorongan ini telah disesuaikan dengan regulasi ketat dari otoritas Arab Saudi untuk menjaga kelancaran lalu lintas antarkota.
“Pendorongan jamaah ke Makkah ada jadwalnya, tidak terlalu pagi dan tidak terlalu malam,” ungkap Ihsan Faisal di Makkah, Rabu (29/4/2026).
Prosedur Kedatangan dan Layanan Tanpa Angkat Koper
Jemaah YIA 01 asal Kabupaten Kulon Progo dijadwalkan tiba pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan akan menginap di Al Asalah Bakiyah Hotel (nomor hotel 714). Sementara itu, jemaah JKG 01 diperkirakan mendarat di waktu yang sama di Hotel Lulua Al Mashaer (nomor hotel 710).
Sesuai standar operasional prosedur (SOP) terbaru, jemaah diimbau untuk tidak langsung turun dari bus setibanya di depan hotel. Petugas sektor dan perwakilan syarikah akan naik ke bus untuk memberikan arahan agar proses masuknya jemaah berjalan tertib dan tidak terjadi penumpukan di lobi. “Sudah ada umal atau petugas bagasi yang menangani. Jamaah tidak perlu menyentuh kopernya lagi,” tegas Ihsan.
Kebijakan ini merupakan implementasi nyata dari program Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk memudahkan jemaah, terutama kelompok lansia, agar bisa langsung beristirahat di kamar masing-masing tanpa harus memikirkan logistik berat.
Daftar Kloter Pergeseran Hari Pertama
Hingga Rabu pagi, tercatat 34.652 jemaah telah tiba di Madinah, dengan ribuan di antaranya merupakan jemaah lansia dan risiko tinggi (risti). Sinergi petugas lintas sektor terus diperkuat untuk menyambut pergeseran masif 12 kloter berikut ini pada hari pertama:
- Kloter 1 Yogyakarta (YIA)
- Kloter 1 Jakarta-Pondok Gede (JKG)
- Kloter 1 Medan-Kualanamu (KNO)
- Kloter 1 Palembang (PLM)
- Kloter 1 Batam (BTH)
- Kloter 1 Jakarta-Bekasi (JKS)
- Kloter 1 Kertajati (KJT)
- Kloter 1 Solo (SOC)
- Kloter 1 Lombok (LOP)
- Kloter 1 Makassar (UPG)
- Kloter 2 Jakarta-Pondok Gede (JKG)
- Kloter 2 Makassar (UPG)
Ketua Rombongan (Karom) atau Ketua Regu (Karu) memegang peranan vital dalam proses distribusi kunci kamar dan kartu rute bus Shalawat. Setelah menerima kunci dari tim akomodasi sektor, Karom akan memimpin jemaah menuju lantai kamar masing-masing.
Fasilitas ini disiapkan agar jemaah dapat memulihkan stamina sebelum menjalankan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram sesuai jadwal yang telah ditentukan. [ian/MCH]






