Sidoarjo (beritajatim.com) – DAFI (Darul Fikri) Pesantren Alquran Science Sukodono Sidoarjo memberikan perlakuan dan penyambutan khusus dalam mendidik karakter santri baru. Selain itu, pesantren ini juga sukses menyelenggarakan pertemuan bertemakan “Kalimatut Tarhib” dengan judul “Get Ready to Welcome New Academic Year 2023/2024,” yang melibatkan para wali santri baru dalam berbagai kegiatan pada awal tahun ajaran 2023-2024.
Acara tersebut melibatkan ratusan wali santri setelah mereka mengantarkan anak-anak mereka ke masing-masing pondok. Pondok Putri terletak di Jalan Baitul Mustaqim No.1 Kecamatan Sarirogo RT 14/RW 03, dan Pondok Putra di Jalan Putera Bangsa No. 1 Kecamatan Sukodono.
Ketua kegiatan, Luthfiana, menyatakan bahwa acara ini dihadiri oleh 193 wali santri. Di antaranya, terdapat 94 orang wali santri putra dan 99 orang wali santri putri. Santri baru yang penuh semangat bergabung di pondok untuk belajar dan menghafal Alquran. “Para kakak kelas pesantren sangat antusias menyambut kedatangan adik-adik kelas baru,” ujar Luthfiana melalui rilis yang diterima beritajatim.com pada Sabtu (22/7/2023).
Wakil Ketua Dewan Pengasuh DAFI Pesantren Alquran Science dan Ketua Dewan Pembina YPP Darul Fikri Sidoarjo, KH. Muhammad Sirot, S.Ag, M.M., turut hadir dalam acara “Kalimatut Tarhib” ini. Dalam kesempatan tersebut, Kyai Sirot menyampaikan tiga hal penting kepada para wali santri. Pertama, fokus pada visi akhirat. DAFI Pesantren Alquran Science bertujuan untuk menyediakan santri langit yang memiliki akar kuat di bumi. Mereka merupakan generasi yang dikasihi oleh makhluk di langit dan dihormati di bumi.
“Orang tua harus memiliki visi yang sama, yaitu fokus menyiapkan generasi langit (akhirat). Jika akhirat menjadi tujuan utama, maka dunia akan berada dalam genggaman,” tambah Kyai Sirot.
BACA JUGA:
Cerita Pesilat Kena Tilang Polisi di Bundaran Waru Sidoarjo
Kyai Sirot juga mendorong orang tua untuk berusaha sungguh-sungguh dan berdoa dengan tulus agar anak-anak mereka sukses. Orang tua diharapkan mendukung anak-anaknya dengan berpuasa dan banyak membaca Alquran dengan niat yang tulus untuk kesuksesan mereka.
Pesan terakhir yang disampaikan Kyai Sirot adalah pentingnya memberi ruang maaf yang besar kepada anak-anak dan memintakan ampun dari mereka. Beliau berharap agar orang tua selalu mendoakan anak-anaknya, terutama saat orang tua berada dalam perjalanan sebagai musafir, karena waktu tersebut merupakan waktu yang mustajabah.
Kyai Sirot juga menekankan pentingnya kerja sama dengan DAFI Pesantren yang harmonis, para ustadz dan ustadzah, serta pengasuh. Hal ini akan menjadi salah satu cara bagi ilmu yang diterima oleh anak-anak untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.
BACA JUGA:
Puluhan Pesilat Konvoi dari Sidoarjo Ditangkap Polrestabes Surabaya
Ustadzah Yuni Yulianti, S.Pd., M.TESSOL selaku penanggung acara menyimpulkan materi yang disampaikan oleh Kyai Sirot bahwa keberkahan ilmu yang didapatkan oleh anak-anak berasal dari dukungan penuh orang tua, termasuk dukungan finansial.
Satu syarat utama menuntut ilmu adalah kecukupan dana yang tersedia. Oleh karena itu, orang tua diminta memberikan dukungan finansial agar anak-anak dapat menuntut ilmu dengan baik. Kyai Sirot juga mengingatkan bahwa ridho guru adalah pemicu ilmu yang bermanfaat dan berkah. Oleh karena itu, teruslah mencari ilmu yang bermanfaat dan berkah dengan menghormati guru. [isa/beq]






