Magetan (beritajatim.com) – Pengunjung Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur, mendapat pengalaman buruk Ketika makan. Dia digetok membayar hingga Rp225 ribu, padahal hanya makan menu nasi goreng (nasgor) di salah satu warung di tempat wisata tersebut.
Pengunjung yang terindentifikasi bernama Bagus Aldivo asal Blitar tersebut lantas membagikan pengalamannya di akun TikTok. Dia pun mengingatkan wisatawan untuk berhati-hati memilih tempat makan, terutama di warung yang terletak di pinggir jalan dekat pertigaan sebelum pertigaan.
Bagus mengaku bahwa dia dan adiknya terkejut dengan harga makanan di warung tersebut. Saat itu, dia memesan tiga porsi nasgor, capcay, jeruk, dan tes manis.
Menu yang dipesan untuk tiga orang. Betapa terkejutnya Bagus Ketika membayar, dia digetok Rp225 ribu untuk seluruh menu yang sudah dipesan.
“Aku itu pengen nasi karena lapar banget. Aku enggak pikir panjang akhirnya aku itu beli nasi dan eh apa namanya? Nasi goreng 3 sama capcay satu jeruk tiga ya. Aku habisnya tuh 225,” ungkap Bagus.
Dia merasa harga itu tersebut tidak wajar, mengingat porsi makanannya tidak terlalu banyak.
“Aku lihat di situ udah ada tulisannya berapa-berapa ya. Cuman, Mas aku mau bayar itu aku udah duduk. Mbak bayar. Aku lihat di situ tuh totalnya ibu itu dia itu sudah langsung nulis harganya aja totalnya aja gitu. Tidak menuliskan ini ini (rincian harga makanan),” jelas Bagus.
Bagus juga mengungkapkan bahwa warung tersebut pernah ditegur oleh pihak pariwisata karena harga yang dianggap terlalu mahal.
“Di TikTok itu dulu tahun kemarin itu pernah ditegur sama pihak pariwisata kalau warung itu itu kemahalan kayak gitu,” kata Bagus.
Ia menghimbau para wisatawan untuk berhati-hati dan mencari alternatif tempat makan lain yang lebih terjangkau.
“Mending kalian kalau pagi sarapan sego pecel. Kalau malam atau sore atau siang beli aja sate plus lontong. Itu lebih masuk akal harganya,” saran Bagus.
Usut punya usut, warung yang didatangi oleh Bagus dan sang adik itu adalah Warung Primarasa. Lokasinya di pertigaan Dewi Sri yang berdekatan dengan Telaga Sarangan.
Warung berkelir hijau itu dulu pernah dipersoalkan oleh sejumlah pengunjung karena harga makanan yang dianggap tak wajar. Bahkan pemiliknya sampai pernah berkelahi dengan pengunjung lantaran si pengunjung membawa masuk sate yang dibeli dari luar warung.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan akan melakukan sosialisasi terkait harga makanan di Telaga Sarangan. Hal ini dilakukan untuk merespon keluhan wisatawan yang merasa dirugikan dengan harga makanan yang tidak wajar di beberapa tempat wisata di Sarangan.
“Kalau terkait dengan imbauan, sudah berkali-kali kami sampaikan terutama pada saat pertemuan dengan PHRI. Kalau peringatan tertulis seingat saya sudah 2 kali diberikan peringatan,” ujar Eka Radityo, Kabid Pengelolaan Pariwisata Disbudpar Magetan, Rabu (5/6/2024).
Menurut Eka, pihaknya telah memberikan himbauan dan peringatan kepada para pelaku usaha di Sarangan untuk selalu memberikan harga yang wajar dan sesuai kepatutan. Selain itu, para pelaku usaha juga diimbau untuk menyediakan daftar menu makanan beserta harganya.
“Selanjutnya nanti kami akan lebih mensosialisasikan kepada wisatawan apabila hendak membeli makanan agar memilih tempat yg menyediakan daftar barang beserta harganya. Wisatawan jugaharus lebih dulu mengecek harga makanan yg hendak dibeli,” jelas Eka.
Disparbud juga berencana untuk membuat konten sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran baik bagi penjual maupun pembeli. Konten sosialisasi ini akan dipublikasikan melalui media sosial dan media massa.
“Nanti rencananya akan dibuat konten sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran baik bagi penjual maupun pembeli mbak. Termasuk untuk memberikan nota kepada pembeli,” pungkasnya.
Disparbud berharap dengan sosialisasi ini, wisatawan yang berkunjung ke Sarangan tidak lagi merasa dirugikan dengan harga makanan yang tidak wajar. Selain itu, sosialisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata di Sarangan. [fiq/beq]







1 Komentar
Kalo memang benar videokan dong nama warung nya agar kami tau jangan asal asalan nanti jadi fitnah kalo cuma cashbon itu kami tidak percaya dan anda sendiri tidak bertanggung jawab g mau nampakan wajah kalo benar terjadi kami bisa adukan pada yg ber wajib ttg pemerasan ,,jangan buat nama wisata sarangan jelek mas kalo cuma ingin viral