Pasuruan (beritajatim.com) – Cuaca panas yang ekstrem di Pasuruan membuat warga rentan terkena penyakit. Hal ini dikatakan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan, Arief Junaedi.
Arif mengatakan, akibat suhu panas di Pasuruan mencapai 34 derajat celcius, masyarakat banyak yang kekurangan cairan. Tak hanya itu, Arif juga mengatakan bahwa masyarakat rentan terkena migran atau sakit kepala, jika berlebihan terkena panas matahari secara langsung.
Selain itu, masyarakat yang bekerja di jalanan rentan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh polusi dan debu yang berterbangan. Sehingga dalam hal itu Arif menyarankan agar masyarakat memperhatikan hal tersebut.
“Kalau masyarakat kerjanya di jalan agar selalu menggunakan masker, guna menjaga kelembapannya, masker bisa dibasahi. Banyak juga mengkonsumsi air mineral itu untuk mengurangi dahidrasi,” kata Arief, Senin (9/10/2023).
Arif menjelaskan jika masyarakat kekurangan cairan bisa terlihat pada air kecil, jika warnanya mulai pekat pertanda tubuh manusia kekurangan cairan. Selain meminum air mineral, masyarakat juga dianjurkan untuk memakan sayur dan buah-buahan.
BACA JUGA:
Prakiraan Cuaca Jawa Timur, 9 Oktober 2023: Cerah dan Hujan Lebat
Arif menyarankan agar masyarakat yang keluar rumah selalu mengenakan penutup kepala, sehingga sinar matahari tak langsung mengenai kulit. Masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan kacamata ketika berjalan, hal ini guna mencegah terjadinya iritasi pada mata.
“Saya harap masyarakat terus menjaga pola makan dan kondisi tubuhnya masing-masing. Karena akhir-akhir ini banyak pasien saya yang mengeluhkan sesak nafas,” tutupnya. [ada/but]






