Ringkasan Berita:
- Kemenhaj Lamongan meminta petugas haji meningkatkan kewaspadaan.
- Cuaca panas di Tanah Suci disebut berpotensi memicu gangguan kesehatan.
- Jemaah lansia dan risiko tinggi diminta mendapat pengawasan ekstra.
- Puncak ibadah Armuzna dijadwalkan berlangsung 26 Mei 2026.
Lamongan (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan meminta seluruh petugas haji meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gangguan kesehatan yang mengintai jemaah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 26 Mei 2026.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan suhu panas di Tanah Suci berpotensi memicu penurunan kondisi kesehatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan risiko tinggi.
Menurutnya, suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai sekitar 43 hingga 44 derajat Celsius.
“Kami menghimbau kepada tim kesehatan dan seluruh petugas haji untuk mengantisipasi jemaah Risti (risiko tinggi) maupun Lansia (lanjut usia), agar terhindar dari demensia,” kata Ghofur, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, cuaca panas dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan berat, penurunan kesadaran, hingga gangguan daya ingat pada jemaah dengan kondisi fisik rentan maupun penyakit bawaan.
Selain kepada petugas, Ghofur juga meminta seluruh jemaah disiplin mengikuti arahan tenaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Jemaah diminta menjaga pola istirahat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta membatasi aktivitas fisik berlebihan menjelang pelaksanaan Armuzna.
“Kami juga meminta ketua rombongan dan petugas pendamping untuk lebih aktif memantau kondisi jemaah, khususnya lansia dan Risti, agar segera mendapatkan penanganan apabila mengalami kelelahan atau tanda-tanda gangguan kesehatan akibat cuaca panas,” tuturnya.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, Kemenhaj Lamongan berharap seluruh jemaah haji asal Lamongan dapat menjalani rangkaian puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan lancar. [fak/beq]






