Sumenep (beritajatim.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Sumenep meminta agar seluruh operator kapal menunda pelayaran karena cuaca buruk.
Kepala KSOP Kalianget, Taufikurrahman menjelaskan, imbauan agar kapal-kapal menunda pelayaran itu berlaku untuk Kapal Sabuk Nusantara115 rute Kalianget-Masalembu, dan Kapal Cepat Express Bahari dengan rute Kalianget-Kangean. “Penundaan pelayaran itu juga berlaku untuk kapal-kapal rute lain, termasuk juga untuk perahu nelayan,” katanya, Selasa (28/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”cuaca”]
Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Surabaya, tinggi gelombang di Perairan Masalembu dan Kangean mencapai 2,5 meter. Bahkan untuk Perairan Utara Madura dan Kepulauan Sepudi, tinggi gelombang mencapai 4 meter. Selain itu kecepatan angin mencapai 20-24 knot. “Kondisi seperti itu cukup membahayakan pelayaran. Karena itu kami meminta agar semua pelayaran ditunda hingga cuaca membaik,” terang Taufikurrahman.
Sementara Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XI Provinsi Jawa Timur (Jatim) Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kalianget juga mengeluarkan Surat Penundaan Pelayaran Nomor : AP.403/PPKLT/10/II/2023 untuk Kapal Dharma Bahari Sumekar III lintasan Kalianget-Kangean dan KMP. Dharma Kartika lintasan Kalianget-Raas. Pelayaran itu ditunda mulai 26 Februari 2023 hingga cuaca membaik. (tem/kun)






