Malang (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kota Malang mengungkapkan bahwa penyebaran Covid-19 telah dilaporkan terjadi di 7 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Kini sekolah di Kota Malang kembali kepada Pembelajaran Tatap Muka terbatas dengan 50 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengaku lupa soal data siswa yang terpapar dari 7 sekolah yang ada di daerahnya. Tetapi jika merujuk pada kasus MAN 2 Kota Malang jumlah siswa dan guru yang terpapar sebanyak 37 orang. Jika dengan kasus di sekolah lain kemungkinan siswa terpapar mencapai puluhan orang.
“Setelah kasus di MAN 2 Kota Malang ada di SMA Negeri 1, SMA Negeri 6, SMA Negeri 4, SMA Negeri 8, SMA Negeri 10, dan SMK Telkom. Untuk angkanya (jumlah) saya lupa,” ujar Husnul.
Husnul mengatakan, dalam proses tracing dan testing. Jika ditemukan seorang siswa positif Covid-19 maka akan dilakukan pelacakan dan tes swab sebanyak 30 orang. Mulai dari teman sekolah, guru hingga keluarga yang masuk dalam kategori kontak erat.
“Ya semua kontak eratnya di tracing. Mulai disekolah, dirumah, dikomunitas juga bisa. Rasionya 1 orang positif 30 di tracing dan testing. Untuk kasus SMP belum ada, kasus SD ada di MIN 1 Kota Malang itu,” kata Husnul.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Menurut Husnul ada banyak faktor penyebab klaster sekolah didominasi oleh SMA, SMK dan MAN. Karena ditemukan laporan bahwa siswa tidak disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 lalu karena sudah dalam usia dewasa mobilitasnya cukup tinggi.
“Ya banyak faktor. Salah satunya protokol kesehatannya kurang disiplin, yang kedua mungkin karena sudah dewasa dari mobilisasinya bisa,” tandas Husnul. [luc/but]






