Banyuwangi (beritajatim.com) – Satgas Penanganan Covid 19 Banyuwangi mulai mengevaluasi terjadinya peningkatan kasus Covid 19. Salah satunya dengan menghidupkan kembali ruang isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid 19.
Wakil Ketua Satgas Covid 19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menyebut, isolasi terpusat juga akan dihidupkan kembali. Hal ini untuk mengendalikan penanganan kasus lebih mudah.
”Tadi kita rencanakan skema isolasi terpusat di Gedung Diklat ASN yang kini menjadi tempat tes bagi pekerja migran yang baru pulang ke Banyuwangi. Nantinya yang pekerja migran akan disiapkan di GOR Tawangalun,” jelasnya, Senin (21/6/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Selain itu, Dandim 0825 Banyuwangi ini juga menyebut, kerja sama antar lini juga sangat diperlukan. Terutama kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.
“Ini perlu diperhatikan lagi, karena banyak kasus muncul karena tingkat kesadaran warga terhadap prokes menurun,” terangnya.
Misal, terkait perizinan hajatan, meskipun masih diperbolehkan, tetap dengan penertiban protokol kesehatan yang ketat. Namun apabila masih bisa ditunda, dia menghimbau untuk ditunda. “Kondisi ini membutuhkan kesadaran bersama,” katanya.
Kondisi ini terbukti adanya lonjakan kasus berasal dari sejumlah klaster yang berawal dari kerumunan. Di antaranya, klaster hajatan, klaster ziarah Walisongo, klaster keluarga, klaster pondok pesantren dan klaster jamaah masjid. (rin/kun)






