Surabaya (beritajatim.com) – Tanpa kalian sadari, kesukesan seseorang tidak hanya dilihat dari kepintaran secara akademik atau kecerdasan kognitif saja. Perlu dilihat secara emosionalnya, apakah dapat bermanfaat bagi lingkungan atau tidak.
Bahkan, disebutkan bahwa pemimpin – pemimpin sukses di dunia memiliki setidaknya satu karakter yang membuat mereka berbeda. Beberapa ciri orang memiliki kecerdasan emosional antara lain.
1. Kesadaran emosional
Seseorang yang cerdas dalam emosinya biasanya memiliki kesadaran diri yang luar biasa. Kalian mampu memahami perasaan dalam diri sendiri, apa yang kalian rasakan, mengapa kalian merasakan itu, lalu apakah perasaan tersebut membantu atau menghambat pekerjaan yang sedang kalian lakukan.
2. Mampu mengontrol emosi
Ciri yang satu ini berarti kalian mampu mengontrol, mengatur, dan melakukan menajemen pada diri sendiri dari segala emosi atau dorongan yang menganggu. Bahkan, Dr. Kate Dow, PhD pernah mengatakan bahwa orang memiliki kecerdasan secara emosional dapat mengatasi konflik dan kekhawatira dengan cara yang lebih tenang dan lugas. Selain itu, kalian juga bisa berkomunikasi dengan baik.
3. Empati
Perasaan ini menjadi salah satu ciri bahwa kalian memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Kalian dapat mengerti, membayangkan, dan seolah merasakan apa yang orang lain rasakan. Meskipun terdengar sepele, perasaan in ternyata sangat penting untuk membangun kepercayaan orang lain.
Meski begitu, rasa empati setiap orang berbeda-beda dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya karena pola asuk orang tua atau pengalaman di masa lalu. Seseorang dengan rasa empati yang tinggi biasanya akan menjadi pendengar yang baik, selalu mengusahakan untuk membantu orang lain, memiliki kepedulian yang tinggi, dan sering merasa jengah dengan situasi sosial yang terjadi di lingkungan.
4. Bukan pendendam
Kalian yang cerdas secara emosional pastinya tidak akan repot-repot memikirkan hal yang tidak penting, apalagi dendam. Ditambah lagi dengan kemampuan mengontrol emosi yang luar biasa, melepaskan perasaan balas dendam menajadi hal yang mudah.
Sejatinya dendam hanyalah perasaan yang merugikan dan membuang-buang waktu, melepaskannya akan membuat hidup lebih tenang dan sehat. Alih – alih memikirkan dendam, kalian bisa fokus pada tujuan dan goals yang ingin dicapai.
5. Minta maaf saat salah
Tak hanya berani melepas dendam, kalian yang cerdas secara emosional juga pasti berani meminta maaf saat melakukan kesalahan. Daripada mencari – cari alasan dan pembenaran, kalian akan mengakui kesalahan tersebut, meminta maaf, diiringi dengan usaha untuk memperbaiki. Kalian akan paham bahwa minta maaf tak berarti merendahkan diri, tapi mengartikan sebuah kedewasaan.
Dari penjelasan di atas, kalian harus mulai menyadari bahwa mengasah kemampuan kognitif saja tidak cukup. Kalian harus bisa membentuk karakter untuk mempersiapkan masa depan dan memasuki dunia kerja. [mnd/tur]






