Surabaya (beritajatim.com) – Industri musik Indonesia tengah menghadapi polemik antara penyanyi dan pencipta lagu terkait apresiasi hak cipta dan pembagian royalti. Isu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku musik, mengingat peran krusial keduanya dalam ekosistem industri.
Menurut Charly Van Houten, vokalis Setia Band sekaligus pencipta lagu, persoalan ini berakar pada ketimpangan dalam penghargaan terhadap pencipta lagu. Ia menekankan bahwa pencipta lagu adalah fondasi utama dalam industri musik.
“Di satu sisi, pencipta lagu adalah nyawa dalam industri ini. Mereka menciptakan karya yang kemudian dibawakan oleh penyanyi. Tanpa lagu yang kuat, seorang penyanyi mungkin tidak akan memiliki materi untuk disampaikan kepada publik,” ujar Charly.
Namun, ia menyoroti bahwa apresiasi terhadap pencipta lagu sering kali belum maksimal, baik dalam bentuk eksposur maupun hak ekonomi.
Di sisi lain, penyanyi juga memiliki peran signifikan dalam menyampaikan lagu ke pendengar.
“Penyanyi juga memiliki peranan besar dalam memperkenalkan sebuah lagu ke publik. Suara, karakter, dan intepretasi mereka membuat lagu mereka diterima oleh para pendengar,” jelasnya.
Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, muncul berbagai wadah yang mewakili kepentingan penyanyi dan pencipta lagu. Salah satunya adalah AKSI yang digagas Ahmad Dhani, serta VISI yang diinisiasi oleh Dapur Ariel. Charly mengakui bahwa keberadaan wadah-wadah ini berpotensi menimbulkan kesan perkubuan di industri musik.
“Mas Ahmad Dhani beserta rekan-rekan membentuk AKSI, lalu muncul lagi VISI yang digagas Dapur Ariel. Sekilas ini terlihat seperti adanya perkubuan, meskipun saya yakin tujuan mereka sangat baik, yaitu demi memperbaiki tatanan industri musik agar lebih baik,” kata Charly.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah kolega sesama musisi dalam membentuk wadah yang bertujuan melindungi hak-hak pelaku industri.
Pelantun “Putri Iklan” ini pun berharap pemerintah dapat berperan lebih aktif dalam menyatukan berbagai wadah yang telah terbentuk. Menurutnya, industri musik membutuhkan struktur yang lebih jelas dan profesional agar tidak terjadi perpecahan di antara pelaku musik.
“Saya berharap pemerintah turun tangan langsung untuk menyatukan wadah-wadah ini. Nantinya, pengelolaan bisa dilakukan oleh pekerja profesional yang diutus secara khusus. Sementara musisi dan seniman cukup berperan sebagai penasihat dan pengusul kebijakan,” tutupnya. [fyi/aje]






