Ngawi (beritajatim.com) – Kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Ngawi memaksa warga di Dusun Pojok, Desa Kayutrejo, Kecamatan Widodaren, untuk mengambil air dari sumur diesel sawah guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air yang seharusnya digunakan untuk pengairan sawah ini terpaksa dimanfaatkan warga untuk konsumsi, memasak, mandi, dan mencuci, setelah sumur-sumur rumah mereka mengering sejak lima bulan terakhir.
Situasi yang memprihatinkan ini membuat warga tidak memiliki pilihan lain. Bantuan air bersih yang disalurkan relawan selama ini belum mencukupi karena harus dibagi di antara banyak warga. Sejumlah warga membawa galon dan wadah air lainnya untuk mengambil air dari sumur diesel sawah yang dioperasikan oleh pemiliknya. Setiap hari, mereka harus bolak-balik ke sumur tersebut untuk mengisi persediaan air di rumah.
Di Desa Kayutrejo, sekitar 70 kepala keluarga mengalami krisis air bersih, bahkan ada yang membuat penampungan dari terpal untuk menampung bantuan air dari relawan. Salah satu warga, Umi Badriyah, mengungkapkan kesulitannya. “Susah banget mas, air sudah lama kita kesulitan, mandi saja bawa pulang, mencuci pun harus bolak-balik ambil air,” kata Umi
Sujianto, warga lainnya, juga berharap ada solusi jangka panjang berupa pembuatan sumur dalam. “Kami nyari air ke sawah untuk minum, masak, dan mandi. Tidak ada pilihan lagi. Mbok ya kita dibuatkan sumur dalam supaya tidak selalu begini,” terang Sujianto.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mencatat bahwa krisis air bersih ini kini meluas ke 13 desa di 6 kecamatan. Mulai hari ini, BPBD melakukan droping air bersih sebesar 12 ribu liter di Desa Kayutrejo. “Droping kita lakukan dua kali dalam sepekan, dan Desa Kayutrejo baru saja kita distribusi air bersih. Secara total, ada 832 KK di Ngawi yang terdampak kekeringan,” ujar Partoyo, Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi.
Bantuan air bersih yang terus berdatangan sangat dinantikan warga, namun mereka berharap solusi jangka panjang, seperti pembangunan sumur dalam, dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, warga bisa memenuhi kebutuhan air bersih tanpa terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah. [fiq/kun]






