Magetan (beritajatim.com) – Video viral yang memperlihatkan interaksi pengendara sepeda motor dan sopir bus di Traffic Light Karangrejo, Magetan, akhirnya menemukan titik terang.
Kedua belah pihak, Sri Wahyuni dan Urianto warga Kedunggalar Ngawi, menyampaikan langsung kronologi kejadian yang sebenarnya, yang ternyata telah berlangsung sekitar dua bulan lalu.
Sri Wahyuni, pengendara motor Scoopy yang juga seorang guru, mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya pulang dari kegiatan Pondok Ramadan pada 12 Februari 2026.
Saat itu, ia masih relatif baru mengajar di wilayah tersebut sehingga belum sepenuhnya memahami kondisi lalu lintas setempat.
“Waktu itu saya pulang dari kegiatan pondok Ramadan. Saya memang belum hafal situasi lalu lintas di sana. Setiap ketemu lampu merah, saya pasti berhenti karena memang tidak ada tanda boleh jalan lurus,” ujarnya saat ditemui di Polres Magetan, Selasa (5/5/2026)
Ia menambahkan, meski banyak pengendara lain tetap melaju, dirinya memilih tetap berhenti karena lampu masih merah. Hingga kemudian sebuah bus di belakangnya membunyikan klakson.
“Pas itu saya sempat berpikir, ini saya yang salah atau sopirnya. Tapi setelah saya lihat lagi, saya yakin posisi saya sudah benar. Saya cuma bilang, ‘Stop, Pak. Lampu merah, lihat,’ itu saja,” kata Sri.
Tanpa disadari, momen tersebut direkam oleh pengendara lain di sekitarnya hingga akhirnya tersebar luas di media sosial.
Sementara itu, Urianto, sopir bus yang terlibat dalam kejadian tersebut, mengakui sempat membunyikan klakson karena mencoba membaca situasi di depan. Namun, ia menegaskan tidak berniat melanggar aturan lalu lintas.
“Biasanya kalau di depan tidak jalan, saya juga tidak jalan. Waktu itu cuma mencoba melihat situasi saja, bukan mau menerobos lampu merah,” jelasnya.
Ia juga mengakui sempat merasa jengkel sesaat karena kendaraan di depannya tidak segera bergerak. Namun, emosi tersebut tidak berlangsung lama.
“Sempat jengkel sebentar, tapi tidak lama. Lampu juga cepat berubah hijau, jadi ya sudah selesai,” tambah Urianto.
Klarifikasi dari kedua pihak ini sekaligus meluruskan persepsi publik atas video yang sempat viral. Tidak ada pelanggaran lalu lintas dalam kejadian tersebut, dan situasi telah diselesaikan secara damai setelah difasilitasi oleh pihak kepolisian.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menafsirkan potongan video di media sosial, sekaligus menegaskan bahwa kepatuhan terhadap rambu lalu lintas tetap harus menjadi prioritas utama di jalan raya. [fiq/ted]






