Surabaya (beritajatim.com) – Seorang pemain sepakbola yang dianggap mumpuni dalam membantu klub biasanya akan dipanggil untuk membela tim nasional. Umumnya, pemain sepakbola hanya memiliki negara yang dapat dibelanya. Namun, ada beberapa pemain istimewa yang bisa membela atau pernah membela dua negara. Itu biasanya terjadi karena faktor keturunan, ataupun proses peralihan kewarganegaraan. Berikut ini daftarnya.
Medhi Benatia, Prancis dan Maroko
Benatia adalah seorang pemain sepakbola yang lahir di Prancis. Namun negara kelahirannya tidak membuat mantan pemain Juventus ini ingin membela Timnas Prancis. Medhi Benatia yang kini berusia 33 tahun lebih memilih membela Timnas Maroko, alasan itu dilakukan karena dia ingin mengikuti garis keturunan sang ayah.
Benatia sebenarnya pernah main untuk Prancis saat di tim U-17 dengan catatan 7 Caps. Namun setelahnya, Benatia lebih memilih timnas Maroko dan melakukan debutnya pada 19 November 2008. Kini Benatia telah mencatatkan 58 Caps dan 2 gol untuk Maroko.
Nacer Chadli, Maroko – Belgia
Berbeda dengan Benatia, Nacer Chadli yang punya keturunan darah Maroko, lahir di Liege, Belgia. Chadli sebenarnya sempat bermain untuk timnas Maroko pad 17 November 2010 lalu, itu jadi pertandingan pertama dan terakhirnya.
Sebab pada tahun selanjutnya, Chadli akhirnya memilih pindah kewarganegaraan menjadi Belgia. Ia diizinkan pindah Negara karena saat bermain untuk Maroko hanya laga non resmi.
Diego Costa, Brazil – Spanyol
Pemain sepakbola yang satu ini juga pernah membela 2 negara, yaitu Spanyol dan Brazil. Costa yang lahir di Lagarto, Brazil itu sempat membela tim samba sebanyak 2 kali di tahun 2013 pada pertandingan persahabatan.
Namun setahun kemudian, Costa justru mengubah kewarganegaraan menjadi Spanyol dan membuat orang bertanya-tanya. Costa mengaku hal itu dilakukan karena dirinya merasa tidak dipakai oleh Luis Felipe yang saat itu melatih Brazil.
Wilfried Zaha, Inggris – Pantai Gading
Winger andalan Crystal Palace, Wilfried Zaha lahir di Qidi Abidjan, Pantai Gading pada, Zaha sempat membela timnas Inggris di usia mudanya. Tercatat, Zaha pernah membela timnas senior Inggris di dua laga persahabatan pada 2013 lalu. Namun saat tahun 2017, Zaha memilih membela negara kelahirannya dengan alasan tidak terpakai di timnas Inggris yang saat itu dilatih Roy Hodgson.
Hakim Ziyech, Belanda – Maroko
Pada level timnas, Ziyech pernah membela dua negara sepanjang karier, yaitu Belanda dan Maroko. Ziyech lahir di Dronten, Belanda dengan garis keturunan keluarganya yang berasal dari Maroko. Ziyech sebenarnya sempat bermain dengan timnas Belanda di berbagai level usia, mulai dari U-19, U-20, dan U-21 dengan total 8 caps. Namun saat tahun 2015, Ziyech memutuskan untuk membela timnas Maroko dengan debuat yang dilakukan pada 9 oktober 2015. [dan/esd]






