Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Siti Awati (53) memerah lalu menangis saat amirul hajj mengkumandangkan kalimat ‘labaikallah humma labaik’ menggema di Masjid Nurul Petrokimia Gresik. Warga Jalan Mutiara VII/9 Perum Pondok Permata (PPS) Gresik itu, semula tidak menyangka dirinya berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan suaminya yang meninggal dunia.
Dirinya menceritakan, almarhum suaminya yang bernama M.Ansori mendaftarkan haji pada tahun 2011. Sesuai jadwalnya, berangkat ke tanah suci tahun 2019. Namun, keberangkatan itu ditunda karena ada pandemi covid-19. Setelah menunggu dua tahun, keberangkatan suaminya dijadwalkan tahun 2022 seiring dengan melandainya pandemi.
Usai dipastikan berangkat tiba-tiba suaminya mendadak sakit jantung. Sempat dirawat di RS Grha Husada Petrokimia Gresik selama tiga hari. Takdir berkehendak lain, suaminya meninggal dunia.
Atas dasar itu, Pelayanan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Gresik, sesuai aturan diganti oleh ahli waris, yaitu istrinya sendiri. Hal itu karena yang bersangkutan tidak memiliki anak.
“Sebenarnya saya sudah menunaikan ibadah haji tahun 2012. Tahun ini seharusnya suami saya yang berangkat,” ujar Siti Awati, Kamis (9/06/2022).
Kendati dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 11 Juni 2022 kloter 12, Siti Awati mendoakan suaminya yang sudah meninggal.
“Saya tetap berdoa buat suami saya di tanah suci. Semoga amal perbuatannya di dunia diterima oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Rochmad mengatakan, keberangkatan jemaah haji kali ini berjumlah 315. Namun yang berangkat 106 jemaah.
“Dari jumlah itu, ada tujuh orang yang meninggal diganti ke ahli warisnya. Pemberangkatan tersebut dibagi dua kloter. Yakni, kloter 12 dan 16,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji”]
Ia menambahkan, dari total 315 jamaah haji. Sisanya, akan diberangkatkan tahun depan. Pasalnya, semua proses administrasi jamaah tersebut sudah lengkap.
“Sebelum ada pandemi, rata-rata setiap tahun kami memberangkatkan 300 hingga 400 jemaah. Tidak hanya karyawan Petrokimia Gresik saja melainkan juga masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Wabup Gresik Aminatun Habibah yang turut melepas jemaah haji menyatakan dirinya berharap tetap menjaga kesehatan karena cuaca di tanah suci sangat panas.
“Tetap jaga kesehatan mulai berangkat hingga kembali ke tanah air. Saya berharap bisa bertemu di Mekah karena saya berangkat ke sana di kloter 31,” kata wabup perempuan pertama Gresik itu. [dny/but]






