Surabaya (beritajatim.com) – Evelin Nicole Iman, mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) ini mendapatkan kesempatan belajar di Western University, Kanada, melalui Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Evelin, yang merupakan mahasiswi angkatan 2021, mengambil mata kuliah di Schulich School of Medicine and Dentistry yang fokus pada health sciences, psikologi, medical biophysics, dan farmasi.
Ia memilih Western University karena keunggulan akademik dan kehidupan sosial yang seimbang. Kampus ini juga dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka di dunia, terutama dalam bidang riset dan keberlanjutan.
“Western University memiliki peringkat yang baik di QS World University Rankings 2025, di posisi 120 dunia dan peringkat 10 dalam keberlanjutan,” ujar Evelin, ditulis Kamis (28/11/2024).
Selama menjalani program IISMA, Evelin menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran yang lebih mandiri.
Di Western, mahasiswa diharapkan untuk membaca jurnal sebelum kelas dan mengerjakan tugas yang menggabungkan teori dan praktik. Salah satu tugas unik yang ia hadapi adalah melakukan analisis kritis terhadap jawaban dari ChatGPT di kelas farmasi.
Evelin juga mencatat bahwa interaksi antara mahasiswa dan dosen di Western bersifat informal meskipun tetap sopan. Diskusi setelah kelas menjadi kebiasaan yang sangat membantu pemahaman materi.
“Keterbukaan untuk berdiskusi dan memanfaatkan sumber daya kampus seperti perpustakaan sangat membantu saya beradaptasi,” tambahnya.
Evelin mengingatkan mahasiswa yang ingin mengikuti IISMA untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk dalam kemampuan bahasa Inggris dan pengalaman organisasi.
Ia menyarankan agar calon peserta lebih mengenal diri sendiri untuk membuat esai aplikasi yang lebih otentik. Selain itu, pengalaman non-akademik juga penting, bukan hanya skor ujian bahasa Inggris.
“Jangan menyerah sebelum mencoba. Semangat untuk semua peserta IISMA 2025,” pesan Evelin. [ipl/but]






