Magetan (beritajatim.com) – Penjual kuliner di Magetan di Kampung Madinah atau Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, Jawa Timur membagikan kisah mereka selama di saat bulan Ramadhan. Banyak penjual jajanan menjelang berbuka puasa.
Salah satunya Qori, warga setempat. Dia merupakan penjual serabi yang tidak berdagang musiman. Qori bercerita, saat bulan Ramadhan, dia buka mulai pukul 13.00 WIB sampai waktu maghrib atau berbuka puasa. Dalam sehari dia bisa menjual sampai 1.000 buah kue serabi.
“Sehari bisa laku sampai 1.000 buah kue serabi. Kalau Ramadhan buka mulai pukul 13.00 WIB sampai maghrib. Kalau hari biasa mulai pagi sampai malam hari. Harga per satu buah itu seribu rupiah ” katanya.
BACA JUGA:
Alasan Desa Temboro Disebut Kampung Madinah, Dihuni Puluhan Ribu Santri dari Berbagai Negara
Serunya Ngabuburit di Kampung Madinah Temboro Magetan
Namun, dia mengaku untuk omzet saat Ramadhan pun kadang menurun. Pun, dia menganggap itu adalah hal yang wajar. “Ya kadang banyak kadang sedikit. Kan banyak pilihan di sini,” katanya.
Mayoritas pembeli adalah santri putra dan putri dari Ponpes Al Fatah Temboro, salah satu pondok pesantren yang terbesar di Magetan. Santrinya pun puluhan ribu meski tak semuanya bakal keluar pondok untuk membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Pun, di jalan sepanjang 700 meter itu bakal berjajar penjual makanan dan minuman musiman. Mereka buka pada pukul 15.30 WIB hingga Maghrib. Uniknya, saat waktu shalat, para penjual bakal tutup dan segera menunaikan shalat. Setelah itu, baru membuka toko dan kembali berjualan. [fiq/but]






