Ponorogo (beritajatim.com) – Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan libur dan kumpul keluarga, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo justru menjalani tugas tak biasa. Mereka harus melakukan evakuasi unik nan menggelitik, yakni melepas cincin yang terpasang di alat vital seorang pria.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) siang. Seorang pria berinisial AP (32), warga Ponorogo, datang ke RSUD dr Harjono untuk meminta bantuan. Ya, meminta bantuan untuk melepaskan cincin di tubuhnya. Lazimnya cincin di jari tangan, cincin kali ini terpasang di alat vitalnya. Cincin yang melingkar tak biasa itu, tidak bisa dilepas.
Karena dapat kasus tak biasa tersebut, tentu juga membutuhkan penanganan khusus. Pun pihak rumah sakit akhirnya meminta bantuan Damkar Ponorogo yang dinilai memiliki pengalaman dalam evakuasi benda logam.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengungkapkan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup lama karena tingkat kesulitannya tinggi.
“Dalam evakuasi ini, kami sangat hati-hati. Kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam untuk melepas cincin tersebut,” kata Bambang Supeno, Jumat (27/3/2026).
Bambang menjelaskan, tim Damkar langsung menuju RSUD dr Harjono setelah menerima permintaan dari pihak rumah sakit. Proses pelepasan cincin dilakukan bersama tim medis. Hal itu dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien.
“Karena memang AP awalnya mendatangi RSUD meminta tolong untuk melepaskan cincin. Nah mungkin karena kami lebih berpengalaman akhirnya pihak rumah sakit memanggil kami,” katanya.
Bambang menyebut, cincin yang digunakan korban berbahan titanium dengan ukuran cukup tebal dan lebar. Hal tersebutlah yang menyulitkan proses evakuasi. Bahkan, petugas harus memotong cincin di dua titik agar bisa dilepas.
“Biasanya kita potong satu titik sudah lepas, kali ini harus memotong 2 titik untuk benar-benar membuatnya lepas,” ungkap Bambang.
Menurutnya, kehati-hatian menjadi prioritas utama karena lokasi cincin berada di area sensitif dengan banyak jaringan saraf. Biasanya tim Damkar bisa mengevakuasi cincing di jari tangan kurang lebih 15 menit. Namun, kali ini lewat 1 jam.
“Biasanya kami menangani pelepasan cincin di jari itu sekitar 15 menit. Ini mencapai 1 jam. Karena diarea itu banyak pusat saraf medis, kami harus berhati-hati sekali,” tambahnya.
Bambang mengakui, kasus pelepasan cincin di alat vital baru pertama kali ditangani Damkar Ponorogo. Sebelumnya, tim hanya pernah menangani kasus serupa dengan objek berbeda.
“Cincin ya biasanya yang kami bantu di jari. Ya baru ini dan ini menjadi pengalaman teman-teman,” paparnya.
Saat ditanya mengenai asal-usul pemasangan cincin tersebut, Bambang mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi awal, cincin itu sudah lama dipasang. Kejadian ini menjadi potret bahwa tugas Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menangani berbagai evakuasi tak lazim, bahkan di momen Lebaran sekalipun. [end/aje]






