Surabaya (beritajatim.com) – Globalisasi budaya ditengah perkembangan jaman telah dialami berbagai bangsa dan negara di dunia. Budaya tradisional yang tadi menjadi identitas bahkan ciri khas dari suatu bangsa tertentu dewasa ini harus rela tergeser, terlupakan dan bahkan tergantikan dengan budaya lain yang berasal dari luar bangsa itu sendiri.
Umumnya hal ini terjadi karena orang-orang menganggap bahwa budaya tradisional yang ada sebelumnya telah kuno da ketinggalan jaman. Sehingga tidak atau kurang relevan dengan jaman yang terus berkembang dan berubah.
Perubahan budaya menyentuh banyak aspek didalam kultur sosial masyarakat. Salah satu yang ikut berubah adalah seni. Seni musik, seni lukis dan berbagai jenis karya seni lainnya.
Dalam hal seni musik, banyak musik tradisional yang sudah ditinggalkan oleh kalangan anak muda. Mereka lebih suka dengan gaya model musik baru yang dianggap mampu merepresentasikan diri mereka.
Akibatnya musik tradisional sangat jarang diperdengarkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini pun juga terjadi di daratan Britania dan Irlandia. Dahulu, daratan Irlandia memiliki sebuah jenis musik tradisional bernama Celtic Music.
Musik Celtic ini telah menjadi identitas bagi bangsa Irlandia. Namun seiring perkembangan jaman, dari dataran Britania telah muncul jenis musik baru bernama Punk. Bergaya lebih modern dengan dentuman nada musik yang lebih bergairah membuat jenis musik ini cepat menyebar ke berbagai wilayah lain.
Pada tahun 1980, sebuah band bernama The Pogues mulai mempopulerkan jenis aliran musik bernama Celtic-Punk. Band ini memadukan unsur musik tradisional melalui Celtic dipadu dengan gaya rock yang terdapat di Punk. Istilah ini kemudian dinamakan Celtic-Punk.
Kalangan lain menyebut bahwa Celtic-Punk adalah jenis aliran musik dari grup band yang memainkan lagu-lagu bernuansa sosial-politik rakyat Irlandia, Skotlandia, dan Wales.
[berita-terkait number=”5″ tag=”musik, etnik”]
Terdapat beberapa tema umum yang diangkat menjadi lagu oleh grup band beraliran Celtic-Punk, seperti; warisan agama, minuman keras tradisional (whiskey), kebanggaan terhadap kelas pekerja, hingga identitas menyangkut budaya dan tradisi orang-orang Celtic.
Aliran Celtic-Punk dapat dengan mudah dikenali ketika memainkan musiknya melalui keberadaan alat-alat musik mulai biola, banjo, klarinet dipadu dengan gitar dan bass elektrik serta drum dengan dentuman bertempo cepat. [adn/bjo]






