Surabaya (beritajatim.com) –PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) “XL Axiata Peduli” berkolaborasi dengan Alita Praya Mitra (Alita) meluncurkan program inovatif untuk menanggulangi penyakit stroke. Program ini berupa penyediaan perangkat pintar bernama JAGATARA (Jiwa Raga Sehat Sejahtera) yang disalurkan kepada masyarakat di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya.
Penyerahan perangkat JAGATARA di Surabaya dilakukan pada Selasa (24/12/2024) untuk 36 pasien di Puskesmas Medokan Ayu. Perangkat ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi terkena stroke, untuk memantau kondisi kesehatannya secara mandiri.
JAGATARA merupakan sebuah perangkat pintar yang dapat mengukur berbagai parameter kesehatan penting seperti tekanan darah, detak jantung, dan kadar oksigen dalam darah. Data yang diperoleh dari perangkat ini akan dikirimkan ke aplikasi smartphone, sehingga pengguna dapat memantau kondisi kesehatannya secara real-time dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika diperlukan.
“JAGATARA tidak hanya sebatas perangkat, tetapi juga sebuah gerakan sosial untuk mengajak masyarakat peduli dengan kesehatan,” ujar Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto.
“Kami berharap JAGATARA dapat menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menekan angka kasus stroke di Indonesia,” lanjut Dodik.
Dokter Ardiani Vica Dwiastuti, Penanggung Jawab PTM Puskesmas Medokan Ayu, menyambut positif inisiatif XL Axiata dan Alita. Menurutnya, perangkat JAGATARA sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat mendeteksi risiko stroke lebih dini.
“Dengan JAGATARA, pasien dapat lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatannya dan segera melakukan tindakan jika terjadi perubahan yang signifikan,” ujar dr. Ardiani.
Menurutnya saat ini jumlah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes yang menjadi pemicu stroke di Puskesmas Medokan Ayu terus meningkat setiap tahunnya. Penderita stroke tahun lalu sekitar 200 pasien, namun di 2024 naik jadi 327 pasien.
Hipertensi dari angka seribuan kini naik menjadi 2.000 lebih pasien dan ironisnya pasiennya tak hanya berusia lanjut atau pra lansia melainkan diusia mulai 15 tahun.
“Faktor gaya hidup menjadi salah satu penyebabnya. Dan adanya jam tangan JAGATARA ini membuat deteksi dini untuk pasien kami jadi lebih mudah dan cepat,” paparnya.
Lita (47) warga Semolowaru yang sudah 2 tahun rawat jalan karen hipertensi akibat genetik yang diturunkan dari orangtuanya, mengaku sangat bersyukur.
“Saya tiap bulan tetap kontrol ke Puskesmas Medokan Ayu karena fasilitasnya lengkap. Sekarang lebih bersyukur lagi karena dipinjamkan jam tangan ini, jadi saya dengan mudah mengetahui tensi darah bahkan saturasi oksigen dalam darah saya setiap harinya,” ujarnya.
XL Axiata dan Alita berencana untuk memperluas program JAGATARA ke kota-kota lain di Indonesia. Totalnya diwilayah East Region yakni Surabaya, Makassar dan Bali ada 100 JAGATARA yang dibagikan secara gratis. Selain itu, kedua perusahaan juga akan terus mengembangkan fitur-fitur baru pada perangkat JAGATARA untuk meningkatkan manfaatnya bagi pengguna.
“Kami berharap JAGATARA dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan penyakit stroke di Indonesia,” tutup Dodik Ariyanto.[rea]






