Bangkalan (beritajatim.com) – Disnak Bangkalan mendapatkan jatah vaksin sebanyak 1.500 dosis untuk menekan penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang mulai terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Kabid Kesehatan Hewan, Drh Ali Makki menyampaikan, lalu lintas ternak keluar masuk Bangkalan, terus diperketat agar virus LSD tidak menyebar di Bangkalan. “Pengiriman ternak kami perketat untuk mencegah penyebaran LSD di Bangkalan,” tuturnya, Kamis (9/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin”]
Ia mengatakan, selain memperketat lalu lintas ternak, pihaknya juga mewajibkan ternak yang dikirim harus mengantongi bukti vaksinasi yang lengkap. “Untuk ternak yang keluar atau masuk ke Bangkalan harus mengantongi bukti vaksinasi yang lengkap agar tidak terinfeksi dan tidak menginfeksi juga,” tambahnya.
selain itu, Makki juga mengimbau para peternak agar lebih menjaga kebersihan kandang. Sebab, penyebaran virus LSD tak hanya antar ternak namun juga bisa melalui binatang lain diantaranya nyamuk dan lalat. “Kebersihan kandang harus dijaga sebab kandang yang kotor akan menjadi sarang penyakit dan banyak lalat yang bisa menjadi menyebarkan penyakit,” imbuhnya.
Meski begitu, virus LSD tidak dapat menular pada manusia. Ia juga menyebutkan jika daging hewan yang mengidap LSD masih aman dikonsumsi. “Meskipun aman dikonsumsi, jangan sampai virus ini merebak seperti PMK sebab tetap menggangu perekonomian para peternak,” pungkasnya.[sar/kun]






