Pasuruan (beritajatim.com) – Ancaman peredaran narkotika dan aksi premanisme nampaknya masih menjadi momok menakutkan yang sulit hilang dari wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Meski Operasi Pekat Semeru 2026 telah digelar, fakta di lapangan menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan jalanan dan pengedar barang haram masih bergerak bebas meresahkan masyarakat.
Eksistensi kelompok preman dan jaringan narkoba ini menciptakan suasana tidak aman, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan. Keberanian para pelaku yang membekali diri dengan senjata tajam menunjukkan bahwa potensi kekerasan fisik masih mengancam keselamatan warga setiap saat.
Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Yokbeth Wally, mengungkapkan keprihatinannya atas temuan senjata tajam dan barang haram dalam operasi kali ini. “Kami mengamankan tersangka premanisme yang membawa senjata tajam jenis celurit, serta menyita puluhan gram sabu dari jaringan pengedar,” tegasnya, Rabu (11/3).
Dalam catatan kepolisian, aksi premanisme ini tidak hanya melibatkan warga lokal, tetapi juga pelaku dari luar daerah yang nekat beroperasi di wilayah Pasuruan. Petugas menyita sepeda motor, uang tunai, hingga senjata tajam yang diduga kuat digunakan untuk mengintimidasi masyarakat atau melakukan tindak kekerasan.
Di sektor narkoba, temuan petugas menunjukkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan dengan jumlah barang bukti yang tergolong besar untuk skala operasi kewilayahan. Jaringan pengedar ini kedapatan menyimpan lebih dari 32 gram sabu dalam satu paket besar, lengkap dengan timbangan digital untuk membagi barang haram tersebut.
Yokbeth menambahkan bahwa keberadaan timbangan dan plastik klip dalam jumlah banyak mengindikasikan adanya aktivitas distribusi yang masif. “Barang bukti puluhan gram sabu dan alat hisap ini membuktikan peredaran narkoba masih sangat marak di tengah pemukiman,” jelasnya.
Maraknya premanisme bersenjata dan peredaran narkoba ini seolah menjadi bukti bahwa pengawasan keamanan di tingkat akar rumput masih memiliki celah lebar. Warga kini merasa was-was karena transaksi narkoba dan aksi premanisme seringkali terjadi di lokasi yang dekat dengan aktivitas harian mereka.
Polres Pasuruan Kota kini berupaya mempercepat pemberkasan agar para aktor di balik kekerasan jalanan dan peredaran narkoba ini segera mendapatkan hukuman maksimal. Penegakan hukum yang lebih tajam diharapkan mampu memutus rantai kriminalitas yang selama ini menyandera rasa aman warga Pasuruan. (ada/but)






