Gresik (beritajatim.com)- Guna mencari bibit pemain potensial, Askab PSSI Gresik menggelar turnamen usia dini kelompok usia 10 hingga 12 tahun. Turnamen yang digelar selama tiga minggu itu, diikuti 31 tim U-10, dan 34 tim U-12 dari 42 sekolah sepak bola (SSB) se-Kabupaten Gresik.
Ketua Askab PSSI Gresik, H.Rofiqi menuturkan, turnamen seperti ini nantinya akan digalakkan terus di berbagai daerah untuk mencari bibit pemain pemain potensial dari usia dini. “Melalui turnamen U-10 dan U-12 tahun ini saya berkeyakinan akan muncul bibit-bibit pemain yang bisa diandalkan,” tuturnya, Senin (5/12/2022).
Sementara itu, Wabup Aminatun Habibah atau akrab dipanggil Bu Min mengatakan, dirinya bangga menyaksikan anak-anak umur 10 sampai 12 tahun bermain bola dengan luar biasa. “Saya yakin kalau dibina dengan baik, di masa depan mereka menjadi kekuatan utama sepak bola di Gresik,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PSSI-Gresik”]
Wabup perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, terkait dengan turnamen ini. Dirinya menginginkan agar Askab PSSI Gresik terus membina sepak bola usia dini. “Sebetulnya di Gresik ini ada ratusan bahkan ribuan yang berpotensi menjadi pemain sepak bola yang bagus. Tinggal PSSI saya harapkan dapat menjaring potensi tersebut,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik, Saifudin Ghozali menyatakan, dirinya akan terus bekerjasama dengan PSSI dan KONI untuk dapat menyelenggarakan turnamen sepak bola secara rutin.
“Kedepannya, kita akan bersinergi dengan PSSI dan KONI agar lebih sering menyelenggarakan turnamen seperti ini. Saya juga mengingatkan yang sudah juara satu, jangan terlena. Tetap latihan dan semangat agar bisa menjadi pemain nasional di masa mendatang,” pungkasnya. [dny/kun]






