Malang (beritajatim.com) – Ribuan mahasiswa dan alumni Universitas Negeri Malang (UM) memadati Career Expo 2025 yang digelar di Graha Cakrawala UM, Kamis (22/5/2025). Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Karir dan Alumni UM dengan mengusung tema ‘Integrasi Membangun Harmonisasi’ sebagai jembatan strategis antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Selama satu hari penuh, pengunjung disuguhi berbagai kegiatan. Mulai dari rekrutmen kerja langsung, presentasi perusahaan, career coaching, talkshow beasiswa LPDP, hingga informasi magang dan kerja part-time.
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menegaskan bahwa Career Expo merupakan bagian penting dari strategi kampus dalam memperpendek masa tunggu lulusan sebelum memasuki dunia kerja.
“Semangat kami adalah bagaimana mahasiswa setelah lulus langsung bisa meniti karir dengan cepat dan baik. Cepat artinya tidak lama menganggur, dan baik artinya mendapatkan posisi yang sesuai kompetensi dengan penghasilan layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa UM tidak hanya fokus pada transfer ilmu di ruang kuliah, tetapi juga membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan karir seperti kreativitas, komunikasi, hingga kewirausahaan.
Untuk menunjang kesiapan karir lulusan, UM telah mengintegrasikan berbagai program ke dalam Cakra Kreasi, yang mencakup Career Expo, kuliah kebangsaan, pelatihan keterampilan, hingga UM Super (UM Student Parent Entrepreneurship).
“UM Super ini melatih mahasiswa yang orang tuanya punya usaha agar bisa terlibat membantu, bahkan melanjutkan usaha keluarga. Ini kami sinergikan dengan dukungan perbankan mitra untuk akses kredit usaha,” tambahnya.
Salah satu pengunjung, Isnaini Wijaya, alumni Jurusan Sastra Indonesia, mengaku sengaja datang untuk mencari informasi dari booth LPDP.
“Saya datang khusus buat nyari info dari LPDP, karena sudah semester tua dan ingin lanjut S2. Acara ini sangat membantu banget buat perencanaan karir,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain LPDP, tersedia booth perusahaan yang membuka peluang kerja part-time. “Bahkan ada yang langsung minta CV. Jadi kita bisa langsung dapat kesempatan kerja saat masih kuliah,” katanya.

UM juga menyiapkan tim Tracer Study untuk melacak masa tunggu kerja lulusan, sebagai bentuk pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kemendikbudristek.
“IKU pertama itu lulusan harus cepat bekerja, bergaji layak, atau melanjutkan ke S2. Maka, Career Expo ini adalah bagian penting untuk mempercepat transisi itu,” jelas Prof. Ibrahim.
Data terakhir menunjukkan masa tunggu lulusan UM semakin pendek, bahkan banyak yang sudah terserap sebelum wisuda. Tak hanya pameran, beberapa perusahaan juga langsung membuka seleksi di tempat. Mahasiswa bisa langsung mengikuti wawancara atau tes tanpa harus menunggu proses daring yang rumit.
Dengan hadirnya puluhan perusahaan nasional, lembaga beasiswa, hingga pelatihan kewirausahaan, Career Expo UM 2025 membuktikan komitmennya sebagai katalisator karir mahasiswa dan alumni. UM pun berharap lulusannya cepat bekerja, sekaligus jadi pribadi yang jujur, produktif, dan berkontribusi nyata bagi bangsa. (dan/but)






