Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep hingga saat ini masih masuk level 3 PPKM, terkait capaian vaksinasi yang masih rendah. Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Kholifah menjelaskan, vaksinasi di wilayahnya terus dilakukan percepatan. Sampai 23 Oktober 2021, capaian vaksinasi di Sumenep sebesar 46,57 persen.
“Dari 845 ribu lebih target sasaran vaksin, tercapai 393.605 atau 46,57 persen. Angka ini meningkat cukup drastis dibanding 2 minggu lalu yang masih berkisar 30 persen,” ujarnya.
Capaian vaksinasi tersebut dengan rincian 34,1 persen vaksinasi dosis pertama dan 12,2 persen dosis kedua. Kemudian untuk dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan, sudah tercapai 65 persen lebih.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
Data tersebut dipaparkan di hadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan ‘Serbuan Vaksinasi Pelajar SMA/SMK’ di SMA Negeri 1 Sumenep pada Minggu (24/10/2021).
“Kami selalu berusaha melakukan percepatan vaksinasi. Kami melakukan dengan berbagai cara. Diantaranya vaksinasi di pondok pesantren, kemudian di wilayah perbatasan, dan juga di pelabuhan,” terang Dewi Khalifah.
Selain itu, percepatan vaksinasi juga dilakukan melalui Operasi Yustisi terpadu, dan gerakan vaksinasi di balai desa- balai desa. Kemudian juga memberi perhatian khusus pada pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran lansia, golongan rentan, dan remaja.
“Jadi kami sudah berupaya dengan berbagai cara. Bahkan memberikan hadiah-hadiah sebagai stimulan agar masyarakat tertarik untuk divaksin. Kami bersinergi dan bergerak bersama dengan berbagai elemen mulai tingkat kabupaten hingga desa,” paparnya.
Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi langkah Sumenep melakukan percepatan vaksinasi. Ia juga mengingatkan agar tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten selalu meng-update entry data di ‘dash board’. “Kami para kepala daerah ini akan selalu memantau data capaian vaksinasi. Jadi harus selalu di update melalui PCare atau Primary Care,” terangnya. (tem/kun)






