Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengirimkan sejumlah camat dan sekretaris camat untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepamongprajaan di Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada 4–8 Agustus 2024, bertempat di BW Hotel dan Convention, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso, Mahfud Junaedi, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas camat sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan di daerah. Ia menyebut bahwa camat merupakan representasi langsung pemerintah di hadapan masyarakat, sehingga kompetensi kepamongprajaan menjadi sangat krusial.
“Camat adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Karena itu, ia harus memiliki kompetensi yang mumpuni, memahami regulasi secara mendalam, serta mampu mengelola potensi dan permasalahan wilayahnya,” tegas Mahfud.
Peserta yang dikirim dari Bondowoso antara lain Camat Tenggarang Deni Dwi Prihandoko, Sekretaris Camat Taman Krocok Hendri Hairul Imam, Sekretaris Camat Sukosari Misyono, dan Sekretaris Camat Cermee Dedy Iskandar. Mereka mengikuti diklat bersama camat dan sekcam dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama lima hari pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi dari narasumber lintas instansi, termasuk dari BPSDM Kemendagri serta praktisi pemerintahan. Materi pelatihan mencakup kebijakan pemerintahan, pengawasan desa, pengembangan SDM aparatur, manajemen pembangunan daerah, dinamika politik lokal, hingga pengelolaan anggaran dan pengadaan barang/jasa.
Diklat ini juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman antar peserta. Di akhir pelatihan, seluruh peserta diminta menyusun rencana tindak lanjut (action plan) yang akan diterapkan di wilayah masing-masing. Inisiatif semacam ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun birokrasi daerah yang responsif, adaptif, dan profesional. [awi/beq]






