Gresik (beritajatim.com) – Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA negeri di Kabupaten Gresik mulai dibuka. Terlihat ratusan siswa sedang mengambil pin yang nantinya digunakan untuk melakukan pendaftaran pada 19 Juni 2023.
Tim PPDB di masing-masing SMA sedang sibuk melakukan verifikasi berkas. Salah satunya di SMAN 1 Gresik. Di SMA favorit itu ada lima guru yang bertugas melakukan verifikasi berkas pengambilan pin.
“Kami cek data siswa, mulai dari Kartu Keluarga (KK) hingga surat keterangan lulus,” ujar Jaenuri salah satu Guru SMAN 1 Gresik, Senin (12/06/2023).
Ia menjelaskan untuk mengambil pin secara online, siswa hanya perlu menyiapkan KK dan surat keterangan lulus (SKL). Meski demikian, ada beberapa siswa yang menggunakan surat keterangan domisili. Padahal, dalam persyaratannya tidak diperbolehkan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gresik Syafaul Anam menuturkan, persyaratan berkas PPDB yang digunakan hanya KK. Untuk surat keterangan domisili hanya diperbolehkan apabila siswa dalam keadaan darurat.
“Surat keterangan domisili hanya untuk darurat saja seperti bencana alam, kondisi darurat lain begitu boleh pakai domisili. Jika tidak ya hanya menggunakan KK,” tuturnya.
Baca Juga:
PPDB SMP Negeri di Gresik Buka 7.552 Pagu
Tahapan PPDB SMA sendiri baru dibuka pendaftaran pada 19 dan 20 Juni. Terdapat beragam jalur yang bisa dilalui siswa. Termasuk jalur OSIS.
“Yang OSIS ini hanya untuk ketua saja, bisa menggunakan jalur ini,” tuturnya.
Syafa menyebut, dalam PPDB tahun ini SMAN 1 Gresik memiliki pagu sebesar 384 siswa. Pendaftaran akan dimulai dengan jalur afirmasi 19-20 Juni, kemudian prestasi pada 24-25 Juni, kemudian zonasi dibuka pada 1-2 Juli 2023.
Seperti diketahui, dalam PPDB tahun ini terdapat beberapa kebijakan jalur baru. Diantaranya, jalur ketua osis, hafalan Al-Quran, kuota papua, siswa luar biasa, jalur anak buruh, jalur anak nakes.
“Baru tahun in diterapkan seperti itu, jadi masyarakat bisa memanfaatkannya ketentuan tersebut,” pungkas Syafa. (dny/ted)






