Jember (beritajatim.com) – Data cakupan sasaran vaksinasi dosis kedua untuk warga lanjut di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini menyebabkan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) turun dari level dua ke level tiga, Rabu (2/3/2022).
Menurut data Dinas Kesehatan Jember pada 1 Maret 2022, sejauh ini, baru 174.287 orang warga (62,26 persen) yang disuntik dosis pertama, 102.833 warga (36,26 persen) yang disuntik dosis kedua, dan 5.790 warga (2,07 persen) yang mendapat dosis ketiga. Diperlukan 9.119 sasaran untuk mencapai target 40 persen lansia dosis kedua.
“Pada 25-28 Februari ada perbaikan jaringan Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), sehingga cakupan beberapa hari tidak masuk dalam link KPCPEN,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lilik Lailiyah, Rabu (2/3/2022).
Lilik mengatakan, problem ini sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pusat. “Mudah-mudahan hari ini sudah bisa diperbaiki. Kita lihat pada 1 Maret, cakupan kita turun. Ini menunjukkan bahwa ada perbaikan di sistem KPCPEN,” katanya.
Namun Bupati Hendy Siswanto tetap percaya diri, target sasaran lanjut usia bisa terlampaui. “Target 40 persen tinggal sedikit lagi. Kami akan kejar sampai 50 persen. Dikatakan aman jika 60-70 persen posisinya. Sebelum masuk Ramadan, akhir Maret ini, semua sudah harus clear, target vaksin tercapai,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-jember”]
Hendy menegaskan tak akan mengubah strategi ‘door to door’ atau mendatangi rumah warga untuk memberikan vaksinasi. “Puskesmas juga prepare setip hari. Bantuan dari rukun tetangga dan rukun warga juga tetap kami harapkan,” katanya.
Setiap kali pelaksanaan program Jember Hadir untuk Rakyat (JHUR) setiap Jumat dan Sabtu, Hendy meminta RT, RW, dan kepala desa agar membawa warga lanjut usia untuk mendapatkan vaksin dosis kedua. “Masyarakat Jember masih banyak yang menolak itu, karena merasa situasi landai, tidak ada apa-apa. Sekali vaksin sudah cukup. Memberikan edukasi ini yang perlu kesabaran,” katanya.
Kenapa Pemkab Jember mengejar target vaksinasi? “Karena dalam Instruksi Mendagri, vaksin tetap (jadi syarat level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM). Kami berharap teman-teman membantu sosialiasi vaksin, wajib,” kata Hendy. [wir/suf]






