Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok lintas wilayah. Penyaluran bantuan ini menjangkau 31 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.
Bantuan diberikan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada perwakilan buruh PT HM Sampoerna Tbk di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Acara penyerahan dilakukan pada Selasa (1/7/2025).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyatakan bahwa total penerima mencapai 15.000 buruh dari berbagai daerah. Masing-masing buruh menerima bantuan sebesar Rp 1.325.900 yang langsung ditransfer melalui rekening Bank Jatim.
“Jumlah total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 19,8 miliar untuk seluruh buruh lintas wilayah,” ungkap Restu saat diwawancarai di lokasi penyerahan. Menurutnya, bantuan ini tepat sasaran karena melalui proses pendataan yang ketat.
Di Kabupaten Pasuruan sendiri, tercatat ada 1.600 buruh yang menerima BLT dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 2,1 miliar. Sedangkan di wilayah Kota Pasuruan, bantuan disalurkan kepada 108 orang buruh.
Restu menjelaskan bahwa waktu penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan buruh menjelang tahun ajaran baru. “Tahun ajaran baru membuat kebutuhan pendidikan meningkat, kami berharap BLT ini dapat membantu mereka,” tambahnya.
Gubernur Khofifah menekankan agar dana bantuan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok, terutama pendidikan anak-anak. Menurutnya, keluarga buruh harus benar-benar memanfaatkan dana ini secara bijak.
“BLT ini bagian dari upaya Pemprov untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja pabrik dan keluarganya,” jelas Khofifah. Ia berharap bantuan ini dapat mengurangi beban ekonomi yang dirasakan buruh di awal tahun ajaran.
Khofifah juga menyampaikan bahwa seluruh penerima telah melalui validasi data yang sangat teliti. Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan turut mengawasi proses ini secara ketat.
“Semua data penerima diverifikasi secara detail agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan,” tegas Khofifah. Dengan begitu, distribusi BLT diharapkan berjalan lancar dan transparan di seluruh wilayah Jawa Timur. (ada/kun)






