Jember (beritajatim.com) – Calon bupati petahana bernomor urut 1, Hendy Siswanto, menemui warga di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/9/2024). Sementara cabup nomor urut 2, Muhammad Fawait, melakukan konsolidasi internal.
Setelah menemui warga di pasar Arjasa, Hendy menemui petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani dan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa. “Saya senang mendengarkan mereka, pertama tentang keberhasillan pupuk organik Sijempol,” katanya, Sabtu (28/9/2024).
Pupuk organik Sijempol adalah pupuk produksi pabrik milik Pemerintah Kabupaten Jember. “Pupuk Sijempol sudah banyak manfaatnya, Mereka sudah menguji coba dan hasilnya bagus. Diharap (jumlah) pupuk Sijempol bisa ditingkatkan kembali dan digratiskan untuk masyarakat,” kata Hendy.
Petani juga meminta bantuan obat-obatan untuk memberantas hama ulat pada tanaman jagung. “Pancaroba seperti ini, suhu panas yang tinggi, menimbulkan ulat. Saya katakan, untuk obat memang kami mengadakan sedikit sekali, karena penyakit itu jarang,” kata Hendy.
Hendy akan mengupayakan bantuan obat-obatan hama dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2025. “Kami akan siapkan untuk kemarau seperti ini, untuk penyakit yang menimpa jagung,” katanya.
Sementara untuk pengaturan air, Hippa curhat soal belum diperbaikinya sejumlah bendungan sungai di daerah yang lebih tinggi. “Itu memang ranah Pemerintah Provinsi Jatim. Diharapkan Pemkab Jember bersurat ke sana,” kata Hendy.
“Saya sudah sampaikan bahwa sudah menyampaikan surat berkali-kali. Insyaallah mereka masih akan menyesuaikan dengan anggaran, karena perbaikan bendungan ini tidak sedikit biayanya. Ada sekitar 90-an bendungan yang rusak di Jember, sebagian ranah pemkab dan sebagian besar ranah pemprov,” kata Hendy.
Petani berharap perbaikan bendungan disegerakan karena bisa memaksimalkan aliran air ke lahan pertanian. “Sekarang mereka berterima kasih dengan pengeboran-pengeboran air.. Kami kemarin menentukan 50 titik, dan Arjasa kebagian enam titik pengeboran air untuk persawahan,” kata Hendy.
Menurut Hendy, petani bahagia dengan program-program Pemkan Jember. “Mereka berharap paslon nomor 1 berlanjut terus, karena kalau tidak berlanjut, belum tentu program-program ini dilanjutkan. Mereka tinggal merasakan. Poin-poin pekerjaan untuk mereka sudah terpenuhi tapi belum maksimal volumenya. Memang karena keterbatasan anggaran dan waktu, itu jadi problem kami,” katanya.
Sementara itu Fawait masih melakukan konsolidasi internal. “Saya masih bertemu tim-tim hari ini. Saya belum keluar ke mana-mana,” katanya. [wir]







1 Komentar
Salam 2 jari saatnya santri menjadi bupati…