Malang (beritajatim.com) – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, resmi meramaikan bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dengan mengusung misi transparansi anggaran. Mantan aktivis antikorupsi ini menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah untuk mencetak prestasi olahraga yang lebih bersih dan terukur.
Pencalonan Zia’ul Haq mencuat menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 mendatang. Hingga saat ini, ia mengklaim telah mengantongi dukungan dari sedikitnya 15 cabang olahraga (cabor) yang menginginkan perubahan fundamental dalam tubuh organisasi.
Zia’ul Haq menyatakan bahwa KONI Kabupaten Malang tidak boleh lagi dikelola dengan pola lama yang dianggap kurang akuntabel dan tertutup. Menurutnya, tata kelola yang transparan merupakan syarat mutlak agar pembinaan atlet tidak terhambat oleh kepentingan administratif semata.
“KONI ini besar. Apalagi prestasi olahraga kita di Kabupaten Malang masih cukup bagus. Jika KONI ingin maju, maka dari segi pengelolaannya harus jelas dan bisa diaudit. Jangan lagi ada sekat dan ruang abu-abu, terutama soal dana hibah. Harus ada transparansi,” tegas Zia, Rabu (28/1/2026).
Ia menekankan bahwa prestasi olahraga yang gemilang tidak lahir dari seremoni belaka, melainkan dari sistem yang bekerja secara disiplin dan bersih. Lemahnya tata kelola selama ini dinilai menjadi faktor penghambat utama yang membuat potensi besar atlet di Kabupaten Malang sulit berkembang maksimal.
Selain perbaikan manajerial, Zia menyesalkan pola pembinaan atlet yang selama ini dianggap masih bersifat instan dan cenderung mendadak. Ia menilai Pusat Latihan (Puslat) harus dikembalikan fungsinya sebagai jantung pembinaan untuk mempersiapkan ajang olahraga bergengsi secara kontinu.
“Prestasi atlet tidak bisa diraih secara instan. Sehingga apabila pusat latihannya saja lemah, jangan berharap meraih banyak prestasi. Harus ada pemetaan atlet sejak dini, bukan mendadak saat ajang Porprov,” tegas Zia.
Untuk mendongkrak kualitas teknis, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang ini membuka peluang untuk mendatangkan pelatih asing di masa depan. Strategi ini diharapkan mampu memutus tren stagnasi pembinaan serta membantu atlet mencetak medali melalui program kepelatihan yang lebih terukur.
Kesejahteraan atlet juga menjadi pokok utama yang ingin diwujudkan oleh pria yang dikenal kritis di kursi parlemen daerah tersebut. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan uang saku atlet agar mereka dapat bertanding secara profesional tanpa dibebani persoalan non-teknis.
Zia menargetkan Kabupaten Malang mampu menembus posisi tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2027 mendatang. Keberhasilan tersebut diyakini hanya bisa tercapai apabila sistem penghargaan terhadap atlet yang meraih medali dilakukan secara layak dan proporsional.
“Pada Porprov 2027 mendatang realistisnya KONI harus bisa masuk tiga besar. Hanya saja, hal itu bisa tercapai apabila pembinaan serius. Keberhasilan atlet meraih medali, juga wajib dihargai secara layak. Kabupaten Malang punya cabor unggulan, masalahnya selama ini optimal atau tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah harus turut andil memberikan apresiasi atau reward yang sebanding bagi para pahlawan olahraga daerah. Sinergi antara DPRD dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu meningkatkan alokasi anggaran bagi KONI melalui skema mitra kerja di Komisi IV.
“Investasi jangka panjang ada dalam olahraga. Kalau dikelola setengah-setengah, hasilnya pasti juga setengah-setengah. Sudah saatnya KONI Kabupaten Malang berubah, menjadi lebih baik dengan banyak mengukir prestasi,” pungkas Zia’ul Haq. [yog/beq]






