Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa tata kelola pemerintahan kabupaten Lamongan sudah berlevel dunia.
Hal itu ia katakan saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan, di Gedung DPRD Lamongan.
Selain itu, Bupati Yuhronur menyebutkan, capaian indikator kinerja daerah di tahun 2022 terdiri atas capaian indikator kinerja utama dan indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2021-2026.
“Pertumbuhan ekonomi Lamongan tahun 2022 sebesar 5,56 persen melampaui Provinsi Jatim dan nasional, gini ratio menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan masyarakat menurun yakni pada angka 0,273, persentase kemiskinan mengalami penurunan sebesar 15.740 jiwa, IPM meningkat yakni sebesar 74,02 masuk kategori tinggi,” tutur Bupati Yuhronur, ditulis Selasa (21/3/2023).

“Indeks kualitas layanan infrastruktur sebesar 77,89 masih kategori baik, indeks kesalehan sosial terealisasi sebesar 86,77 melebihi target, indeks reformasi birokrasi meningkat dari B menjadi BB dengan nilai 70,02 yang menunjukkan tata kelola pemerintahan Lamongan sudah berlevel dunia,” imbuhnya.
Tidak cukup itu, orang nomor satu di Lamongan itu berkata, nilai tukar petani pada tahun 2022 terealisasi sebesar 109,26 yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan petani pun terus mengalami peningkatan.
Kabar baik lainnya, sambung Bupati Yuhronur, yakni persentase PPKS yang meningkat kapasitasnya sebesar 4,50 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,05 persen, indeks daya beli yang meningkat sebesar 0,748.
“Pertumbuhan PDRB lapangan usaha pertanian, pertumbuhan PDRB lapangan usaha perdagangan, dan pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan juga semuanya mengalami peningkatan,” tambahnya.

Dilaporkan pula oleh Bupati Yuhronur, kondisi perekonomian Lamongan saat ini semakin membaik, yang ditandai dengan persentase peningkatan realisasi investasi sebesar 27,76 persen.
“Jumlah pengeluaran wisatawan terealisasi sebesar Rp 462.810.775.483, indeks pendidikan tahun 2022 sebesar 0,667 meningkat dibanding tahun 2021, begitu juga dengan indeks kesehatan, indeks ketahanan daerah, indeks kepuasan masyarakat dan indeks SPBE yang masuk kategori baik,” ujarnya.
“SAKIP Lamongan yang tetap dalam predikat A, predikat opini BPK WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), maturitas SPIP level 3, dan presentase peningkatan desa mandiri yang juga meningkat,” ujarnya lagi.
BACA JUGA:
Kenalkan Batik Lamongan, Bupati Yuhronur dan Istri Raih Penghargaan
Bupati Lamongan Yuhronur Silaturahmi dengan Pejuang Nafkah di Negeri Jiran
Bupati Yuhronur: Pramuka Lamongan Bukan Kaleng-kaleng
Lebih jauh, Bupati Yuhronur menegaskan, peningkatan capaian kinerja pemerintah daerah tahun 2022 itu juga dibarengi dengan berbagai apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan lembaga non pemerintah.
“Rekomendasi dari DPRD juga sudah kita tindak lanjuti, yang salah satunya ini terkait pencarian atlet sejak dini hingga permasalahan jalan,” bebernya.
Berdasarkan data yang diserap oleh beritajatim.com, pendapatan daerah pada tahun 2022 yang ditargetkan sebesar 3,63 triliun, terealisasi 2,95 triliun atau tercapai 96,26 persen. Lalu belanja daerah yang dialokasikan sebesar 3,38 triliun, terealisasi sebesar 3,18 triliun atau 94,29 persen.
Selanjutnya penerimaan pembiayaan yang ditargetkan sebesar 355 miliar, terealisasi 99,74 persen atau sebesar 354 milyar. Pengeluaran pembiayaan teralokasi sebesar 37,3 miliar dan terealisasi 26,2 miliar atau sebesar 70,20 persen, sehingga pembiayaan netto yang direncanakan sebesar 317,7 miliar terealisasi sebesar 327,9 miliar atau 103,21 persen.[riq/but]






