Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (YES), melaksanakan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada para pedagang sekaligus mensosialisasikan PPKM level 4 di Lamongan, pada Senin (26/7/2021). Selain itu, Bupati YES juga melaksanakan peninjauan secara langsung ke tempat Isolasi Terpadu (Isoter).
Hal itu dilakukannya usai melaksanakan rapat koordinasi dan sosialisasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh Camat secara virtual terkait penyesuaian PPKM Level 4. Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Wakil Bupati Lamongan KH Abdul Rouf (BRO), Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana S.I.K, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, dan jajaran OPD Kabupaten Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati YES mengungkapkan, bahwa adanya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa maksud dari perpanjangan ini bukanlah untuk menutup kegiatan jual-beli, namun untuk mengatur penyesuaian pelaksanaan kegiatan perdagangan dengan lebih baik dan tentu tidak merugikan masyarakat.
“Perpanjangan ini justru memperbolehkan bagi para pedagang untuk berdagang, cuma yang diatur adalah jam tutupnya, sekaligus tidak ada cangkrukan, yang beli tidak berlama-lama, ya sekitar 20 menit, itu kan waktu yang cukup. Bukan berarti 20 menit belum selesai terus diberhentikan, diperhitungkan cukup untuk makan tidak ada cangkrukan,” terang Bupati YES.
[berita-terkait number=”3″ tag=”lamongan”]
Terkait arahan pemerintah untuk pelaksanaan isolasi terpusat, Pemkab Lamongan juga tengah mempersiapkannya, mulai di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Selain menyalurkan bantuan dan bersosialisasi kepada masyarakat, Bupati YES melakukan peninjauan Gedung Korpri Lamongan yang disiapkan sebagai salah satu tempat isolasi terpusat. Menurutnya, hal itu untuk mempermudah pemantauan pasien isolasi mandiri. Bahkan, Pemkab Lamongan juga telah menyediakan konsultasi secara online.
“Sesuai dengan petunjuk Pak Presiden, bahwa ini disiapkan isolasi terpusat. Kita membuat di seluruh Kecamatan dan untuk di gedung ini kita siapkan 40 ruangan, jadi agar supaya lebih mudah dalam pengawasan dan pemantauannya. Selain itu, juga ada ada Inovasi untuk yang isolasi mandiri dengan membuat grup ICL (Isman Center Lamongan),” beber Bupati YES.
Lebih jauh, Bupati YES mengharapkan bahwa pasca PPKM level 4 ini, masyarakat tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dan tidak boleh lalai. “Pasca tanggal 2 pun terus disosialisasikan kepada masyarakat terkait protokol kesehatan, 5M, 7M, masker, masker, masker,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana juga mengatakan, bahwa isolasi terpusat ini dimaksudkan agar penanganan Covid-19 bagi masyarakat yang melakukan isolasi jadi semakin teratur dan terfokus. AKBP Miko juga menambahkan, bahwa ada sekitar 64 warga masyarakat yang mendapatkan sanksi administrasi, dan ada sekitar 5 ribuan yang mendapat teguran.
“Teguran tidak memakai masker. Inilah yang digenjot oleh Pak Bupati, pasar-pasar yang ada akan didirikan gerai-gerai masker. Masker ini dari pemerintah bagi seluruh masyarakat, ketika tiba di pasar maka wajib menggunakan masker, gratis,” pungkas AKBP Miko Indrayana.
Dari informasi yang dihimpun dalam kegiatan ini, jumlah bansos yang di berikan kepada para pedagang adalah sebanyak 60 paket sembako. [riq/but]









