Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto terdampak luapan air sungai. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turun langsung meninjau kondisi Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari untuk mengetahui penyebab banjir.
Banjir yang terjadi di Desa Jotangan merupakan banjir luapan sungai dan menjadi banjir langganan. Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Teguh Gunarko, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yo’i Afrida.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-mojokerto”]
Serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rinaldi Rizal Sabirin. Hal tersebut dilakukan Bupati untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan serta untuk mencari solusi untuk meminimalisir bencana banjir yang terjadi menahun di kawasan ini.
Dari hasil pengecekan tersebut, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menyoroti beberapa penyebab terjadi banjir. Yakni, terdapatnya tumbuhan liar yang menghambat aliran sungai, beberapa titik tanggul yang jebol serta tumpukan sampah rumah tangga yang hanyut di aliran sungai.
Bupati meminta instansi terkait untuk berkordinasi langsung dengan Dinas PUPR untuk menyegerakan melakukan normalisasi sungai, mengontrol pompa pembuangan air serta mengkoordinasi supaya menyegerakan perbaikan tanggul sungai yang jebol.
“Ini juga yang menghambat aliran sungai, saya minta segera ditangani dan saya berharap tidak terjadi lagi banjir lagi,” tuturnya, Minggu (27/2/2022).
Bupati juga meninjau pemukiman warga yang tergenang banjir dan melihat pompa air yang menyedot genangan air di pemukiman warga ke Kali Sadar. Tampak warga sekitar bekerja bakti membersihkan sampah yang yang menghambat aliran sungai. [tin/suf]







