Tuban (beritajatim.com) – Sebanyak 80 organisasi masyarakat (Ormas) yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) telah berpartisipasi dalam audiensi bersama Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, yang diadakan di ruang kerja Bupati Tuban.
Dalam rangkaian diskusi ini, seluruh Ormas yang aktif terlibat mengemukakan sejumlah kritik dan saran kepada Bupati Tuban terkait berbagai isu. Jumlah total Ormas yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 287, di antaranya IDI Tuban, PMII, PCNU, PD Muhammadiyah, Megalamat, TTID Kwan Sing Bio, LDII, Gabungan Organisasi Perempuan, dan Pertuni.
Aditya Halindra Faridzky mengungkapkan, “Moment ini menjadi sangat berharga karena setiap Ormas memiliki kesempatan untuk mengutarakan aspirasinya secara langsung.” Ia menambahkan bahwa Ormas memiliki peran sebagai perpanjangan tangan dan suara dari masyarakat serta menjadi wadah untuk mengkomunikasikan program-program pembangunan yang telah dijalankan.
“Ormas bersama-sama dengan masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang mereka usulkan,” jelas Lindra.
BACA JUGA:
64 Anak Ikut Khitan Massal Haul Sunan Bonang Tuban
Dalam konteks ini, Pemerintah Kabupaten Tuban (Pemkab Tuban) berkomitmen untuk memberikan ruang bagi aspirasi dan masukan dari organisasi-organisasi ini terkait penyusunan program pembangunan yang akan diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami akan maksimalkan aspirasi dari Ormas ini dan mengambil manfaatnya, serta mengimplementasikannya dalam program pembangunan di Kabupaten Tuban,” tambahnya.
Lindra juga menjelaskan bahwa dari hasil diskusi ini, terdapat beberapa catatan yang menjadi fokus dalam program pembangunan Kabupaten Tuban. Hal-hal tersebut meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang diperkuat, pembangunan infrastruktur berbasis ramah lingkungan, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kontribusi dari setiap elemen akan menghasilkan program-program yang konkret, komprehensif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA:
Haul Sunan Bonang di Tuban, Wapres: Wali Dekat dengan Allah
Sementara itu, perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tuban, Syaifudin Zuhri, berbagi pandangannya terkait dampak diskusi ini. Menurutnya, diskusi ini akan memfasilitasi evaluasi terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan.
Ia juga menyatakan bahwa setiap Puskesmas harus memiliki minimal 2 dokter dan bidan. “Penambahan jumlah tenaga medis di sektor kesehatan perlu disertai dengan peningkatan sarana dan prasarana pendukung kesehatan,” ungkap Ketua IDI Tuban.
Syaifudin Zuhri berharap bahwa dukungan dari Pemkab Tuban terhadap program-program kesehatan, terutama upaya percepatan penurunan angka stunting, akan berdampak positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tuban. [ayu/beq]






