Jember (beritajatim.com) – Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo melarang seluruh pejabat dan birokrat untuk berpolitik dan bermanuver dalam memperoleh jabatan. Dia menekankan pentingnya meritokrasi dalam birokrasi.
“Saya tegaskan bahwa teman-teman harus profesional. Saya tidak minta teman-teman bekerja politik untuk saya. Tapi bekerjalah profesional. Itu saja yang terus saya tekankan,” kata Rio, Rabu (2/4/2025).
Rio akan menyingkirkan pejabat yang berpolitik dan mencoba menyogok dalam proses meritokrasi birokrasi di Situbondo. “Jangan mencari muka kepada saya. Saya ini pejabat politik. Anda pejabat negara. Yang boleh melakukan manuver politik hanya saya,” katanya.
“Yang boleh melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat itu hanya saya. Yang boleh melakukan komunikasi dengan partai politik hanya saya. Anda bekerja saja. Saya lebih jago soal politik daripada Anda semuanya,” kata Rio menirukan pesannya kepada para pejabat Pemkab Situbondo.
Rio ingin memperbaiki kinerja Pemkab Situbondo yang disebutnya masih buruk. Para birokrat diharuskan menandatangani pakta integritas.
Pakta integritas juga dijalankan Rio. “Istri saya dapat kiriman tas. Saya minta kembalikan. Apapun barang yang diterima oleh keluarga kami, saya kembalikan. Saya juga melarang keluarga saya bermain proyek. Apapun itu, kakak saya, adik saya, tidak boleh,” katanya.
“Ini waktunya kita membantu Situbondo bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain sekitar. Bukan membantu saya,” kata Rio. Salah satunya adalah dengan cara menggelar audisi terbuka untuk pejabat eselon II setelah libur lebaran. [wir]






