Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah sepekan lebih Lebaran Idul Fitri 1444 hijriah, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memperpanjang pasar malem di alun-alun Ponorogo hingga 6 Mei 2023.
Kebijakan perpanjangan pasar malam itu bukan tanpa sebab, bupati menerima aspirasi dari pedagang dan pemudik yang belum kembali ke perantauan, untuk diperpanjang gelaran pasar malam yang sudah menjadi tradisi sejak dulu di Kabupaten Ponorogo saat Lebaran tersebut.
“Kita menerima aspirasi dari pedagang dan pemudik yang belum kembali ke perantauan. Mereka meminta pasar malam di alun-alun untun diperpanjang,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (01/05/2023).
Dengan permintaan yang banyak itu, akhirnya Kang Giri sapaan bupati Sugiri Sancoko memberi kelonggaran untuk buka sampai tanggal 6 Mei 2023 nanti. Dengan diperpanjang pasar malam itu, Ia optimis jika ekonomi di Kabupaten Ponorogo terus tumbuh. “Penting ekonomi bisa tumbuh dan bisa mengendalikan inflasi,” ungkap Kang Giri.
Selama 2 pekan buka, diakui Sugiri bahwa pasar malam di alun-alun Ponorogo itu selalu ramai. Bahkan menurutnya, ramainya pengunjung mengalahkan pasar malam saat grebeh suro. Hal itu nampaknya tidak mengherankan, sebab saat Lebaran pasti banyak yang mudik. Perantau pulang kampung, dan pasar malam alun-alun menjadi sarana nostalgia. Mereka pasti mengingat waktu kecil, Lebaran belum lengkap kalau belum berkunjung ke pasar malam alun-alun.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/menyatu-dengan-buruh-di-may-day-khofifah-kawal-7-poin-rekomendasi/
“Luar biasa ramainya, tidak banyak truk untuk mengangkut orang seperti jaman dulu. Sekarang sudah orang banyak mempunyai kendaraan pribadi, tetap ramai. Bahkan pengunjungnya mengalahkan pasar malam saat grebeg suro,” katanya.
Dari gelaran pasar malam ini, kata bupati Sugiri setidaknya sudah ada pemasukan sebanyak Rp 300 juta dari retribusi pedagang. Parkir kendaraan pun juga sangat ramai, mobil kalau ke selatan bisa sampai Jenes. Kalau ke utara juga bisa sampai Tambakbayan.
“Jumlah restribusi yang masuk sudah Rp 300 juta. Dari parkir mestinya banyak, kalau tidak banyak itu pasti ada apa-apa. Apakah itu bocor ataukah tidak ditarik parkirnya. Yang jelas parkirnya ramai,” pungkasnya.
Pasar malam di alun-alun Ponorogo ini, harusnya ditutup tanggal 30 April 2023. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengambil keputusan membuka pasar malam, karena dinilai pandemi Covid-19 sudah berakhir di Indonesia teruma di bumi reog. Tentu ini menjadi kabar yang menggembirakan untuk masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Mengunjungi pasar malam di alun-alun Ponorogo menjelang dan saat lebaran Idul Fitri, memang sudah menjadi tradisi turun-temurun.
Pasar malam di Alun-alun Ponorogo mengutamakan pedagang atau pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Ponorogo. Khususnya pedagang yang sehari-harinya sudah berdagang di Alun-alun. Sementara yang dari luar Kabupaten Ponorogo, hanya pemilik wahana permainannya saja.
“Pemilik wahana permainan tidak boleh membawa pedagang dari luar Ponorogo. Kita prioritaskan untuk pedagang atau pelaku UMKM dari Ponorogo,” kata Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Ponorogo Sumarno.(end/kun)






