Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam turun langsung dan menyisir beberapa titik terdampak banjir yang melanda daerah setempat, guna memastikan masyarakat aman dari bencana banjir, Selasa (1/3/2022) malam.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya bersama rombongan juga memberikan bantuan nasi kotak hingga sembako bagi warga yang ditemuinya. Bahkan ia juga menerobos banjir guna menjangkau warga yang bertahan di rumah di tengah banjir.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan warga terdampak banjir dalam kondisi aman, serta bantuan logistik terpenuhi dengan baik. “Pasabbher enggih (yang sabar ya),” kata Bupati Badrut Tamam, memberikan semangat kepada sejumlah warga terdampak banjir.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-pamekasan”]
Selain menyisir titik banjir dan menemui warga, ia bersama rombongan juga mengecek lokasi dapur umum bagi warga terdampak banjir yang dipusatkan di Pendopo Budaya, Jl Jokotole. “Banjir ini tidak hanya terjadi karena faktor hujan, tapi karena faktor lain yang memang perlu kajian dan kerja cepat,” ungkapnya.
“Di antara langkah strategis yang harus kita lakukan cepat yaitu pengerukan Kali Semajid dan beberapa titik lain yang memerlukan normalisasi aliran air, apalagi ditambah dengan curah hujan yang cukup intens dan lebat,” jelas bupati yang familiar disapa Mas Tamam.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, total warga terdampak banjir tercatat sebanyak 16.986 jiwa, tersebar di 20 desa/kelurahan berbeda di 4 (empat) kecamatan berbeda. Meliputi Kecamatan Pademawu, Palengaan, Pamekasan (Kota), dan Proppo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-pamekasan”]
Dari total titik terdampak, banjir di Kecamatan Pademawu, tersebar di 6 (enam) desa berbeda. Meliputi Desa Barurambat Timur, Lemper, Majungan, Pademawu Barat, Pademawu Timur, serta Desa Sumedangan. Sedangkan di Kecamatan Palengaan tersebar di 2 (dua) desa berbeda, yakni Palengaan Dhaja dan Rombuh.
Untuk kecamatan Pamekasan, tersebar di 10 desa/kelurahan. Meliputi 4 (empat) desa berbeda, yakni Desa Bettet, Jalmak, Kangenan dan Laden. Serta 6 (enam) kelurahan berbeda, yakni Kelurahan Barurambat Kota, Bugih, Gladak Anyar, Jungcancang, Perteker, dan Patemon.
Sementara untuk Kecamatan Proppo, titik banjir tersebar di 2 (dua) titik berbeda, meliputi Desa Kodik dan Desa Samiran. Sedangkan warga yang dievakuasi akibat bencana banjir tersebut terdata sebanyak 450 orang. [pin/kun]






