Mojokerto (beritajatim.com) – Orang tua dan satuan pendidikan diimbau untuk tidak memaksa peserta didik TK/PAUD untuk mahir membaca, menulis, dan berhitung (Calistung). Sebab, usia dini merupakan masa dimana anak mempelajari sesuatu melalui bermain.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat menjadi narasumber Podcast Edukasi dan Advokasi Program Prioritas 2 Provinsi Jawa Timur Tahun 2024, di Command Center Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
“Ini yang sering saya sampaikan ke orang tua melalui sosialisasi. Karena banyak orang tua yang khawatir. Persepsi masyarakat seperti itu, takut anaknya kalah dengan anak orang lain. Karena kecerdasan anak tidak hanya akademik saja. Apalagi sampai memaksakan anak,” ungkapnya.
Para orang tua juga diminta untuk tidak terlalu khawatir jika anaknya belum mampu calistung saat anak menjalani masa bermain. Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menyebut, sejumlah kebijakan telah ia lakukan mendukung transisi PAUD ke SD yang menyenangkan yakni, meliputi tiga hal.
“Pertama, menghilangkan tes baca tulis hitung (calistung) dari proses penerimaan peserta didik baru di SD. Kedua, menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama baik di PAUD dan SD Ketiga, menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak baik di PAUD dan SD,” katanya.
Meski tes Calistung pada program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan ini dihilangkan, Bupati tetap memperbolehkan orang tua anak untuk belajar mengenal angka dan huruf serta menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak, baik di tingkat PAUD maupun SD.
“Justru yang lebih penting adalah dari aspek kesiapan anak. Jadi ini yang kita terus lakukan mengasah enak kemampuan anak ini. Dengan melalui program edukasi anak Sambang Paud dengan Bunda (Sapa Bunda) dan Sabtu Sehat di Puskesmas bersama anak TK (Santika) yang rutin kita laksanakan setiap Senin dan Sabtu,” ujarnya.
Hal tersebut dilakukan untuk mendorong kekayaan pengetahuan anak. Terutama pada profesi Bupati dan profesi bidang Kesehatan. Menurut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, ada enam kemampuan pondasi tersebut yaitu pengenalan nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar. [tin/beq]






