Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menekankan enam strategi Rencana Aksi Nasional (RAN) lanjut usia (lansia) yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan lansia yang smart dan produktif. Hal tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28 di salah satu hotel Kota Mojokerto.
Peringatan HLUN ke-28 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) tersebut sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan warga lansia. Turut hadir Kepala Dinkes dr. Ulum Rokhmat Rokhman, seluruh Direktur Rumah Sakit se-Kabupaten Mojokerto, Camat se-Kabupaten Mojokerto, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto, Pengelola Program Lansia dari 27 Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto.
“Tentu banyak hal yang perlu kita persiapkan, salah satunya rencana aksi nasional lansia sendiri yang merupakan suatu bentuk strategi mewujudkan lansia yang smart. Jadi ada 6 strategi dalam rencana aksi nasional lansia yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” ungkap Bupati melalui virtual zoom pada, Kamis (30/5/2024).
Hal pertama untuk mewujudkan lansia yang sehat dan berdaya dalam menyongsong Indonesia Emas adalah melakukan sosialisasi kebijakan dan regulasi serta norma, standar, prosedur, kriteria pelayanan kesehatan lanjut usia. Dalam hal ini, puskesmas di Kabupaten Mojokerto didorong menjadi garda terdepan untuk memfasilitasi kebutuhan lansia.
“Kalau bisa nanti para kepala Puskesmas melakukan pengecekan pada hal tersebut, dan harapannya seluruh rumah sakit di Kabupaten Mojokerto paham terkait dengan prosedur pelayanan kesehatan lanjut usia, sehingga kemudian kalau di tempat pelayanan tersebut kita bisa memberikan pelayanan yang sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan lansia yang dapat dilakukan, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas pelayanan kesehatan dan akses yang santun lanjut usia serta perawatan jangka panjang. Dengan kondisi lansia dengan berbagai masalah kesehatan akan menjadi perhatian semua.
“Maka pelayanan di posyandu lansia ini nanti saya minta tolong untuk memperhatikan lansia yang memiliki penyakit generatif. Salah satu hal yang mendorong terciptanya RAN kesehatan lansia adalah adanya dukungan dari seluruh kemitraan. Selanjutnya ada membangun dan mengembangkan kemitraan juga jejaring pelaksanaan pelayanan kesehatan lanjut usia,” katanya.
Pelayanan kesehatan lansia, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini melibatkan lintas program, lintas sektor, dan organisasi profesi, lembaga pendidikan, swadaya masyarakat, dunia usaha, media massa, dan pihak terkait lainnya. Tak hanya itu, terkait dengan informasi dan data yang berhubungan dengan kesehatan lansia.
“Juga diperlukan dalam melanjutkan strategi RAN agar berjalan lancar. Terkait dengan informasi dan data yang berhubungan dengan kesehatan lanjut usia, juga diperlukan dalam melanjutkan strategi RAN agar berjalan lancar. Kemudian meningkatkan ketersediaan data dan informasi di bidang kesehatan lanjut usia, saya minta tolong untuk bisa di persiapkan segala sesuatunya,” ucapnya.
Masih kata Bupati, peningkatan peran serta dan pemberdayaan keluarga, masyarakat, dan lansia menjadi strategi lainnya dalam upaya peningkatan kesehatan lansia. Menurutnya, untuk SEJOLI bisa dilaksanakan di seluruh desa, agar dapat meningkat pelayanan lansia di Kabupaten Mojokerto.
“Terakhir adalah meningkatkan peran serta lanjut usia dalam upaya peningkatan kesehatan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. [tin/ian]
![Bupati Mojokerto Tekankan 6 Strategi Rencana Aksi Nasional Lansia Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat peringatan HLUN ke-28 di salah satu hotel Kota Mojokerto, Kamis (30/5/2024). [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/05/lansia-1.webp)





